Ekonomi Bisnis

Prediksi Bank Indonesia: Jikalau Lebaran Tahun Ini Kembali Normal, Ekonomi Bisa Tumbuh di Jateng

Konsumsi menjadi satu sektor yang memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi nasional selain ekspor dan investasi di Jawa Tengah.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: deni setiawan
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
ILUSTRASI calon penumpang hendak mudik ke kampung halaman. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Mudik Lebaran tahun ini dinilai akan memberikan dampak positif bagi perekonomian di Jawa Tengah.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Jateng, Rahmat Dwi Saputra mengatakan, hal itu didorong oleh sektor konsumsi dan transportasi yang diperkirakan akan mengalami peningkatan di tengah pelonggaran mobilitas masyarakat.

Baca juga: Kronologi Kecelakaan Mobil Dosen Undip Sudarno Sekeluarga Tabrak Truk di KM 449 Tol Semarang

Baca juga: Tim Balsa USM Semarang Raih Juara 1 Kompetisi Jembatan Balsa Nasional

Baca juga: Inilah Sosok Dosen Undip Sudarno Meninggal Kecelakaan Sekeluarga di Tol Semarang-Ambarawa

Baca juga: Ingat Makam Bocah di Bangetayu Semarang Dibongkar? Ternyata Bocah 8 Tahun Ini Dirudapaksa Ayahnya

"Salah satu indeks yang kami jadikan patokan untuk denyut nadi perekonomian adalah Google Mobility Index."

"Ketika itu meningkat, biasanya diikuti konsumsi sehingga berpengaruh pada peningkatan perdagangan."

"Jadi mudik tahun ini (kalau diizinkan), akan mendorong pertumbuhan ekonomi khususnya di Jawa Tengah," jelas Rahmat kepada Tribunjateng.com, Senin (21/3/2022).

Rahmat melanjutkan, konsumsi menjadi satu sektor yang memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi nasional selain ekspor dan investasi.

Menurutnya, apabila ekonomi di daerah tumbuh maka kemungkinan besar ekonomi nasional juga tumbuh.

Kepala KPw BI Surakarta, Nugroho Joko Prastowo dalam kesempatan sama menyebutkan, dampak mudik Lebaran sangat membantu pemulihan ekonomi Kota Surakarta.

Hal itu terlihat hampir tiap tahunnya yang pada Triwulan II ekonomi di Kota Surakarta mengalami peningkatan.

"Saat mudik Lebaran, orang akan bawa uang atau bawa rekening."

"Kalau bawa uang biasanya saat momen hari raya dibagi-bagi."

"Kemudian rekening, uang akan ditarik di Surakarta."

"Ini akan meningkatkan aktivitas ekonomi," jelasnya kepada Tribunjateng.com, Senin (21/3/2022).

Sementara itu saat Ramadan dan Idulfitri 2022, BI Jateng akan menyiapkan uang kartal mencapai Rp 15 triliun.

Jumlah tersebut dikatakan kembali normal seperti 2019.

"Penyediaan uang kartal di Jawa Tengah untuk Ramadan dan Lebaran pada kisaran Rp 12 triliun hingga Rp 15 triliun."

"Atau kembali seperti normal."

"Ini ada peningkatan dari tahun lalu yang tidak ada mobilitas masyarakat," jelasnya. (*)

Baca juga: 17 Peserta Ikuti Uji Kompetensi, Tahapan Terkini Seleksi Terbuka JPT Pratama Pemkab Karanganyar

Baca juga: Turunan Panjang Tanpa Blong, Simak Teknik Cari Aman Naik Motor Matik

Baca juga: Totalitas DNA Balap Warnai Booth Honda di GP Mandalika

Baca juga: Kondisi Terkini 2 Anak yang Selamat dari Pembunuhan oleh Ibu di Brebes, Semua Biaya Ditanggung

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved