Pembunuhan

Inilah Sosok Akhadirun, Pembunuh Wanita Tegal Kabur Bawa Irisan Alat Vital Korban

Inilah sosok pria bernama Akhadirun yang membunuh wanita Tegal dan kabur membawa irisan daging payudara dan kelamin.

Tribun Jateng/ Desta Leila Kartika
Akhadirun (44), pelaku pembunuhan sadis yang kondisi korbannya kedua payudara dan alat kelamin terpotong di area persawahan Desa Jatimulya, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, dalam pres rilis ungkap kasus di halaman Polres Tegal, Selasa (22/3/2022).  

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Satreskrim Polres Tegal berhasil mengungkap kasus pembunuhan sadis dengan kondisi kedua payudara dan alat kelamin korbannya terpotong di area persawahan Desa Jatimulya, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal beberapa waktu lalu.

Diketahui identitas korban bernama Kasni (59), warga Desa Jatimulya, RT 06/RW 02, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal.

Dalam pers rilis pengungkapan kasus yang berlangsung di halaman Polres Tegal pada Selasa (22/3/2022), pelaku diketahui bernama Akhadirun (44), merupakan warga Desa Blambangan, RT 05/RW 07, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Baca juga: Pembunuh Wanita di Tegal Bawa Irisan Daging Payudara dan Kelamin Korban, Perutnya Menganga

Berbeda dari pelaku kejahatan pada umumnya yang akan menjawab atau merespon ketika mendapat pertanyaan, Akhadirun hanya diam seribu bahasa tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

Tatapan matanya pun seperti kosong, dan hanya melihat ke arah depan saja.

Saat Kapolres Tegal, AKBP Arie Prasetya Syafa'at, mencoba berkomunikasi dengan memberikan beberapa pertanyaan, pelaku ini tetap bungkam, diam, tidak memberikan respon atau mengeluarkan suara sama sekali.

Begitu hal nya ketika Wakapolres Tegal, Kompol Didi Dewantoro, berusaha mengajak pelaku berinteraksti, respon yang didapat sama yaitu diam.

Meskipun hal tersebut menyulitkan proses interogasi, namun Satreskrim Polres Tegal terus berupaya mengungkap pelaku pembunuhan yang aksinya sangat sadis ini.

Ditegaskan, bahwa sampai saat ini pihak Polres Tegal belum bisa mengintrogasi pelaku. 

Sehingga pembuktian bahwa Akhadirun adalah pelaku berdasarkan keterangan para saksi, barang bukti yang ditemukan, dan uji tes DNA, bukan dari keterangan pelaku langsung.  

"Kami sudah berupaya memanggil keluarga terdekat pelaku untuk bisa membujuk pelaku supaya mau berbicara. Nantinya kami akan melanjutkan lagi rilis kasus ini, terutama ketika sudah didapatkan motif dari pelaku setalah ada pendalaman dari biro psikologi Polda Jateng maupun Mabes Polri," jelas Kapolres Tegal, AKBP Arie, pada Tribunjateng.com, Selasa (22/3/2022). 

Ditambahkan, pelaku berasal dari Banjarnegara, tapi sekitar tahun 2016 yang bersangkutan pindah ke Pekanbaru Riau, dan tahun 2018 pergi lagi kemudian ditemukan di wilayah Kabupaten Tegal.

Pihak keluarga juga sudah tidak berkomunikasi dengan pelaku kurang lebih selama empat tahun.

Sedangkan untuk status dari pelaku sendiri belum menikah, dan seusai keterangan keluarga memang cenderung pendiam sekaligus suka menyendiri.

"Pelaku kami jerat dengan pasal 338 KUHP ancaman hukuman selama-lamanya 15 tahun penjara. Sedangkan untuk bagian tubuh korban yang dipotong sampai saat ini belum kami temukan, karena pelaku sendiri tidak mau berbicara dan masih akan didalami lagi," tutupnya. (dta)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved