Berita Semarang

Ini 35 Titik Tambahan Penerapan Parkir Elektronik di Kota Semarang, Berlaku Mulai 28 Maret 2022

Dari sistem parkir elektronik, Dishub Kota Semarang tinggal memantau transaksi keuangan perbankan sehingga kebocoran dapat ditekan.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
Seorang warga sedang mencoba membayar parkir kendaraan secara elektronik di Jalan MT Haryono Kota Semarang, Rabu (23/3/2022). 

Dari sisi masyarakat, dia menilai, budaya pengendara membayar parkir secara nontunai mulai bisa berjalan.

Apalagi, kaum muda yang sudah terbiasa berbelanja secara online.

Namun, tidak dipungkiri masih ditemukan masyarakat yang belum terbiasa membayar secara nontunai terutama orangtua atau pengendara dari luar kota.

"Teman-teman pendamping kami tetap siap dengan e-Wallet, tetapi tren pembayaran menggunakan cash mulai menurun," sambungnya.

Saat ini, kata Joko, pembayaran parkir elektronik masih menggunakan Qris atau e-Wallet.

Penggunaan e-Toll untuk pembayaran parkir elektronik masih dalam proses mengingingat penerapan parkir elektronik melibatkan sejumlah pihak, termasuk diaupervisi oleh Bank Indonesia.

Uji coba parkir elektronik juga dukung oleh seluruh jajaran Dishub, seperti bidang pengendalian penertiban terkait personil pengawasan.

Lalu bidang lalu lintas terkait rambu dan bidang bina Marga DPU terkait marka.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang, Suhartono mengatakan, pihaknya sempat meninjau penerapan parkir elektronik di lapangan.

Pihaknya mengapresiasi langkah Pemkot Semarang menerapkan sistem tersebut.

Hanya saja, hingga saat ini pihaknya memang belum melakukan evaluasi penerapan parkir elektronik.

"Kami belum mengevaluasi sejauhmana efektivitasnya, tapi kami harap dengan metode itu ada pelaporan langsung karena dananya menggunakan eletronik."

"Itu meminimalisir pengurangan-pengurangan di banyak jaringan."

"Nanti kalau sudah berjalan masif, kami akan segera evaluasi dengan Dishub terkait kesulitan masyarakat, kesulitan jukir," jelasnya. (*)

Baca juga: Tiap Bulan Harus Turun 3 Persen, Syarat Target Prevalensi Stunting 2024 di Kota Pekalongan

Baca juga: 3 Tahun Kepemimpinan Dedy Yon Supriyono, Warga Bawa Keranda ke Balai Kota Tegal, Ini Tuntutan Mereka

Baca juga: LKPJ Bupati Kendal Tahun 2021 Diserahkan, Ketua DPRD: Segera Kami Dalami dan Bahas di Pansus

Baca juga: MIRIS! Anak Kelas 1 SD Diajak Video Call Sex Anak SMP, Diminta Tunjukan Bagian Sensitif

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved