Berita Viral

AKBP Beni Tewas Ditembak Tahanan, Cara Tersangka Bisa Ada di Rumah Terjawab, 7 Anggota Ikut Terseret

Saat itu, pelaku mengaku kepada korban bahwa ia memiliki masalah rumah tangga sehingga minta diperbolehkan pulang ke rumahnya

Editor: muslimah
TribunGorontalo.com/Ist
AKBP Beni Mutahir tewas ditembak menggunakan senjata rakitan di rumah pelaku di di Jalan Mangga, Kelurahan Libuo, 

TRIBUNJATENG.COM - Sempat menjadi tanda tanya, akhirnya misteri tewasnya pejabat Polda Gorontalo, AKBP Beni Mutakhir yang ditembak mati  oleh tahanan narkoba berinisial RY (27) terungkap.

Semula terasa janggal, bagaimana bisa RY yang harusnya berada di tahanan Polda Gorontalo ada di rumah?

Bagaimaa pula ia bisa pulang  dan menembak AKBP Beni Mutakhir.

Ternyata, RY menggunakan cara licik untuk mengelabui AKBP Beni.

Pasalnya, sudah ditolong AKBP Beni untuk bisa menemui istrinya, dia malah ngelunjak yang membuat sang polisi emosi.

Baca juga: Aksi Pasangan Sejoli Mencuri HP Terekam CCTV, Tampak Mesra dan Gandengan Tangan Ternyara Cuma Modus

Baca juga: 3 Bahan Alami Putihkan Kulit Tubuh Bikin Sehat dan Glowing

Bukannya menurut, RY malah emosi dan menembak AKBP Beni di bagian kepala.

Itulah pemicu dari insiden penembakan yang dilakukan tahanan narkoba kepada AKBP Beni yang menjabat Direktur Perawatan Tahanan dan Barang Bukti (Dirtahti) Polda Gorontalo.

Saat itu, pelaku mengaku kepada korban bahwa ia memiliki masalah rumah tangga sehingga minta diperbolehkan pulang ke rumahnya.

Korban yang bersimpati, menemui petugas jaga ruang tahanan dan meminta izin membawa pelaku ke rumah pribadinya yang berada di Perumahan Asparaga tersebut.

“RY (pelaku) meminta tolong kepada korban (Beni) agar diantar ke rumah menemui istrinya. Pada pukul 03.00 Wita, korban menjemput pelaku di ruang tahanan Polda,” ungkap Wahyu di Media Center Polda Gorontalo, Rabu (23/3/2022).

Seperti dilansir dari Tribungorontalo dalam artikel 'Kasus Pembunuhan AKPB Beni: Tujuh Anggota Terseret Pelanggaran Kode Etik'.

Tidak ada yang tahu persis apa yang dilakukan oleh pelaku setelah berada di rumah pribadinya tersebut.

Hanya saja, pada pukul 04.00 Wita, adik pelaku mendengar jika korban dan pelaku sempat cekcok.

Penyebabnya, karena pelaku ternyata tidak mau diajak kembali ke sel tahanan.

Halaman
1234
Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved