Berita Viral

Foto 2 Murid SD Belajar di Teras Pasar Viral, Dilarang Masuk Sekolah karena Belum Vaksin Covid-19

Belakangan diketahui, keduanya tidak diperbolehkan mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) lantaran belum vaksin Covid-19.

Tribun-Timur/Istimewa
Dua murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) 251 di Desa Tanarigella Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, belajar di teras pasar. 

TRIBUNJATENG.COM - Viral di media sosial foto dua murid Sekolah Dasar (SD) tengah belajar.

Keduanya mengenakan seragam sekolah lengkap, tapi tidak berada dalam ruangan kelas maupun lingkungan sekolah.

Belakangan diketahui, keduanya tidak diperbolehkan mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) lantaran belum vaksin Covid-19.

Baca juga: Kadis Pendidikan Purworejo Minta Maaf Konflik Wadas Jadi Soal Ujian SMP

Mereka pun terpaksa belajar di tempat lain, seperti di teras pasar.

Dalam foto yang beredar diinformasikan, dua bocah ini berasal dari Sekolah Dasar Negeri (SDN) 251 di Desa Tanarigella Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

Viral foto murid SD belajar di teras pasar karena tidak diperbolehkan masuk sekolah gara-gara belum vaksin Covid-19. (Facebook Jumardi Ambo Sakka)
Viral foto murid SD belajar di teras pasar karena tidak diperbolehkan masuk sekolah gara-gara belum vaksin Covid-19. (Facebook Jumardi Ambo Sakka) (Tribunnews.com/Istimewa)

Mereka terpaksa belajar di lokasi Pasar Bua karena pihak sekolah menolaknya ikut Pembelajaran Tatap Muka (PTM) gegara belum vaksin.

Netizen menyayangkan ketatnya protokol kesehatan yang berlaku di sekolah.

 
"Sebelumnya anak kami belajar di luar kelas, tapi hari ini di lokasi pasar, kami kecewa karena aturannya pilih kasih," kata Gusnawati salah satu orang tua murid, Rabu (23/3/2022).

"Di beberapa daerah aturan seperti ini tidak berlaku.

Murid yang divaksin atau belum divaksin tetap bisa belajar tatap muka," tambah Gusnawati.

Warga Luwu, Amiruddin, mengatakan aturan protokol kesehatan sangat ketat di sekolah.

Sementara di tempat umum, pasar dan kegiatan pemerintah yang melibatkan orang banyak dan menimbulkan kerumunan aturannya longgar dan tidak ada teguran.

"Anak-anak kami yang ingin belajar dibuatkan aturan yang sangat ketat, dan aturan ini benar-benar membuat kita miris," tuturnya.

"Karena lihat saja ada banyak kegiatan yang menimbulkan kerumunan tapi apakah di sana berlaku aturan ketat, tentu tidak," paparnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved