Berita Semarang

Kodam IV/Diponegoro Canangkan Tlogosari Kulon Sebagai Kampung Pancasila

Kodam IV/Diponegoro resmikan kampung Pancasila di Tlogosari Kulon Kecamatan Pedurungan.

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: sujarwo
Dok. Pendam IV Diponegoro
Kodam IV/Diponegoro Canangkan Tlogosari Kulon sebagai Kampung Pancasila. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kodam IV/Diponegoro meresmikan kampung Pancasila di Tlogosari

Kodam IV/Diponegoro Canangkan Tlogosari Kulon sebagai Kampung Pancasila.
Kodam IV/Diponegoro Canangkan Tlogosari Kulon sebagai Kampung Pancasila. (Dok. Pendam IV Diponegoro)

Kulon Kecamatan Pedurungan, Minggu (27/3/2022).

Kampung Pancasila tersebut diresmikan langsung oleh Inspektorat Kodam (Irdam) IV/Diponegoro Brigjen TNI Mirza Agus, mewakili Pangdam IV/ Diponegoro Mayjen TNI Rudianto bersama forkompinda Semarang di SD Supriyadi 2.

Peresmian itu  mendapat sambutan meriah dari masyarakat Kelurahan Tlogosari Kulon.

Beragam atraksi penampilan budaya ditampilkan saat peresmian.

Irdam saat membacakan sambutan Pangdam menuturkan peran Pancasila sangat penting sebagai ideologi negara yang merupakan tujuan bersama bangsa.

Hal tersebut  diimplementasikan ke dalam program pembangunan nasional, untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur secara material dan spiritual. 

“Kodam IV/Diponegoro memprakarsai gagasan membentuk Kampung Pancasila sebagai wadah pembelajaran bagi masyarakat untuk mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di tiap butir Pancasila, khususnya bagi generasi muda dengan memanfaatkan kemajuan teknologi," jelasnya.

Menurutnya, keberadaan kampung Pancasila  diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran. Selain itu juga mendukung kehidupan masyarakat yang rukun, santun dan berbudaya sesuai nilai-nilai luhur Pancasila.

"Fungsi dan tujuan dibentuknya Kampung Pancasila  untuk mengantisipasi penyebaran paham radikalisme di wilayah Jawa Tengah dan DIY," jelasnya.

Ia mengatakan  Jawa Tengah memiliki jumlah penduduk yang cukup besar dan memiliki keberagaman suku, agama, dan ras.

Hal tersebut, lanjutnya,  harus dikelola untuk  menghindari konflik maupun perpecahan yang dapat dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok radikal. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved