Tahun 2021 Pendapatan Asli Daerah Purbalingga Lebih Besar dari Belanja

Pada realisasi APBD Kabupaten Purbalingga tahun 2021 kondisi unaudited, tercatat pendapatan daerah lebih besar dari pada belanja daerah.

istimewa
Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi dalam sambutannya pada Rapat Paripurna DPRD Agenda Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Tahun Anggaran 2021, Senin (28/3/2022) di Ruang Rapat DPRD.  

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Pada realisasi APBD Kabupaten Purbalingga tahun 2021 kondisi unaudited, tercatat pendapatan daerah lebih besar dari pada belanja daerah.

Tercatat realisasi pendapatan daerah tahun 2021 sebesar Rp 2.055.007.923.347,39 sedangkan belanja daerah sebesar Rp 2.000.069.108.792,39.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi dalam sambutannya pada Rapat Paripurna DPRD Agenda Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Tahun Anggaran 2021, Senin (28/3/2022) di Ruang Rapat DPRD. 

"Kenaikan pendapatan ini terjadi antara lain karena adanya kenaikan Pendapatan Asli Daerah yang berasal dari BLUD, dan adanya pelampuan pajak BPHTB, Pajak Penerangan Pajak Restoran," kata Bupati Tiwi sebagaimana dalam rilis kepada Tribunbanyumas.com.

Dana Transfer dari Pemerintah Pusat tahun 2021 juga mengalami penurunan karena adanya pemotongan Dana Alokasi Umum sebesar 27,4 milyar serta adanya SILPA DAK Non Fisik Tahun 2020. 

Sementara dari sisi pembiayaan daerah, tercatat realisasi penerimaan pembiayaan sebesar Rp 179.575.632.903,00 (100 persen) dan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp.12.017.426.000,00.

Sementara itu pertumbuhan ekonomi dan investasi naik, dan pengangguran terbuka turun

Atas realisasi APBD 2021 tersebut, ada beberapa capaian makro yang telah diraih Kabupaten Purbalingga di tahun 2021. 

Diantaranya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari 68,97 menjadi 69,15.

Dampak pandemi Covid-19 menyebabkan peningkatan kemiskinan dari 15,90 persen menjadi 16,24 persen.

Tingkat Pengangguran Terbuka Kabupaten Purbalingga turun dari 6,10 persen menjadi 6,05 persen dan dibawah angka rata- rata Provinsi Jawa Tengah yaitu 6,49 persen. 

"Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Purbalingga tahun 2021 mengalami kenaikan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya dari -1.23 persen menjadi 3,19 persen," terangnya. 

Bupati melanjutkan, Pengeluaran per kapita penduduk Kabupaten Purbalingga terus meningkat dibandingkan tahun 2020 yang mencapai Rp. 9.914.000,- per tahun. 

Pada tahun 2021 pengeluaran riil per kapita mencapai Rp.10.032.000,- per tahun.

Pengeluaran Per Kapita ini menunjukkan tingkat kesejahteraan penduduk pada suatu wilayah.

Terkait Realisasi investasi tahun 2021, bahwa Realisasi investasi tahun 2021 mencapai Rp.1.462.142.613.812.

Capaian tersebut mengalami peningkatan 51,8 persen dari tahun sebelumnya.

"Seiring dengan pertumbuhan arus investasi tersebut, pembangunan Mall Pelayanan Publik akan mengimbangi dan menjadi sarana mendekatkan pelayanan publik utamanya dalam hal perizinan yang bermuara pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat," katanya. (Tribunbanyumas/jti) 

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved