Selasa, 21 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Inkindo Gandeng Perguruan Tinggi di Jawa Tengah, Kerja Sama Kuatkan Merdeka Belajar Kampus Merdeka

Inkindo gandeng perguruan tinggi di Jateng dalam acara Penandatanganan Nota Kesepahaman.

Penulis: amanda rizqyana | Editor: sujarwo
Istimewa
Ilustrasi. Peluncuran program Merdeka Belajar kedelapan yaitu SMK Pusat Keunggulan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim, secara daring, Rabu (17/3/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) gandeng perguruan tinggi di Jawa Tengah dalam acara Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerjasama Inkindo Jawa Tengah dengan Perguruan Tinggi.

Acara yang dihadiri 9 universitas di Semarang dan Tegal digelar di Hotel Grasia Jalan S Parman Kota Semarang pada Rabu (30/3/2022) pagi.

Universitas-universitas tersebut merupakan universitas yang memiliki Fakultas Teknik, antara lain Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Universitas Semarang (USM), Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Universitas 17 Agustus 1945 (Untag), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Negeri Semarang (Unnes), Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata, Universitas Pandanaran (Unpan), dan Universitas Pancasakti (UPS) Tegal.

Pada kesempatan tersebut, Prof Ir Ahmad Agung Wibowo, MM, MSc, PhD., sebagai Guru Besar Fakultas Teknik Undip Bidang Manajemen Konstruksi menyambut baik kerja sama perguruan tinggi dengan Inkindo.

Ia menilai kerja sama ini sangat bermanfaat sebagai ajang silaturahim dan berjemaah.

"Selain itu sangat cocok dengan isu saat ini terkait Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM, red) dan terkait Indikator Kerja Utama (IKU, red) untuk Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH, red) untuk bermitra dengan asosiasi profesi dari dunia industri," jawabnya.

Prof. Agung menambahkan para mahasiswa berkesempatan belajar di luar kelas atau di luar Program Studi (Prodi) selama 3 semester, khususnya bagi mahasiswa Fakultas Teknik.

Ia menambahkan, dengan adanya Inkindo sebagai wahana untuk mengirimkan para mahasiswa untuk belajar sesuai Prodinya seperti Arsitektur maupun Teknik Sipil.

Para mahasiswa diharapkan bisa belajar dan memiliki nilai tambah ketika belajar langsung di perusahaan yang bernaung di bawah Inkindo.

"Sehingga nantinya setelah lulus tidak hanya memiliki ijazah, namun juga memiliki keahlian khusus dari kegiatan magang mereka," tambahnya.

Prof. Agung menekankan mahasiswa harus memiliki rintisan atau rencana karier ketika masih di bangku kuliah dan tidak mengalami kebingungan setelah lulus.

Disampaikan oleh Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Inkindo Jawa Tengah, Dr. Ir. Jatmiko Walyono, MT, yang berprofesi sebagai Arsitek menyatakan inisiatif ini merupakan upaya mendukung program pemerintah.

"Kami mendukung pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia, red) agar dapat mengelola SDA (Sumber Daya Alam, red) untuk kemandirian Indonesia," tuturnya.

Dr. Jatmiko menambahkan, penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk perguruan tinggi cukup besar.

Jurnal riset yang dihasilkan pada 2021 mencapai 54 ribu, sayangnya hanya 10 % riset yang dapat dikembangkan dan dimanfaatkan untuk perkembangan bangsa.

Untuk itu itu berharap kerja sama bisa membantu mengembangkan sinergitas Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI). (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved