Berita Kebumen

Gawat, Kepala Dinas di Kebumen Curhat Dimintai Jatah Proyek Penunjukan Langsung oleh Oknum

Ia pun mengapresiasi kepala dinas terkait karena sigap melaporkan hal itu kepadanya. Sehingga sesuatu yang berpotensi menyalahi aturan, bisa dicegah

Penulis: khoirul muzaki | Editor: muslimah
Setda Kebumen
Bupati Kebumen Arif Sugiyanto 

TRIBUNJATENG.COM, KEBUMEN - Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menyindir adanya orang yang mencoba mendekati kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kebumen untuk meminta proyek dengan sistem Penunjukan Langsung (PL) .

Ia pun mengapresiasi kepala dinas terkait karena sigap melaporkan hal itu kepadanya. Sehingga sesuatu yang berpotensi menyalahi aturan, bisa segera dicegah.

"Saya ucapkan terima kasih kepada Kepala Dinas Pendidikan pemuda dan olahraga Pak Asep yang sudah melaporkan adanya tiga orang yang "cawe-cawe" minta proyek. Proyek yang diminta itu adalah Penunjukan langsung dari Kepala Dinas. Anggarannya itu biasanya sampai Rp200 jutaan," ujarnya, Kamis (31/3/2022) 

Menyusul adanya laporan tersebut, Bupati mengarahkan setiap program PL harus dikonsolidasikan, dijadikan satu dengan kegiatan yang sejenis agar bisa dilakukan sistem lelang. 

"Misalkan ada kegiatan Rp 150 juta, terus ada kegiatan lagi Rp 80 juta. Itu biar disatukan jadi Rp 230 juta. Maka itu bisa masuk daftar lelang dengan masuk ULP," ujarnya

Bupati mengingatkan kepala dinas agar tidak ragu-ragu menjalankan tugas atau dalam pengambilan keputusan sepanjang tidak menyalahi aturan. 

Menurut dia, semua orang punya kesempatan sama untuk bekerjasama dengan pemerintah. Proyek pemerintah, kata dia, dilakukan secara lelang terbuka, tidak ada yang ditutup-tutupi. Siapapun pihak yang punya syarat dan ketentuan, bisa ikut dalam lelang.

Sistem penunjukan langsung (PL) sendiri melahirkan kerentanan karena sifatnya ditunjuk langsung oleh kepala dinas. 

"Kepala dinas bisa menunjuk, ini kamu kerjakan Rp100 juta, ini Rp 50 juta. Tapi belum tentu proyek itu dikerjakan oleh yang menerima duit, karena dia nyuruh orang lain si B si C si D. Akhirnya, hasilnya tidak maksimal, anggaranya sudah ke potong-potong," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved