Rabu, 13 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Happy Ramadhan

Nurul Ajak Putrinya Traveling untuk Menambah Ilmu Agama Saat Ramadhan   

Sejumlah wisatawan berbondong-bondong mendatangi Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).

Tayang:
Penulis: budi susanto | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Budi Susanto
Sejumlah wisatawan berkunjung ke Menara Pandang Asmaul Husna yang ada di Masjid Agung Jawa Tengah, Jumat (1/4/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sejumlah wisatawan berbondong-bondong mendatangi Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).

Selain melihat keindahan MAJT, beberapa wisatawan menyempatkan diri naik ke Menara Pandang Asmaul Husna.

Sejumlah wisatawan berkunjung ke Menara Pandang Asmaul Husna yang ada di Masjid Agung Jawa Tengah, Jumat (1/4/2022).
Sejumlah wisatawan berkunjung ke Menara Pandang Asmaul Husna yang ada di Masjid Agung Jawa Tengah, Jumat (1/4/2022). (Tribun Jateng/Budi Susanto)

Tak hanya wisatawan berusia muda, bahkan anak-anak yang didampingi ibunya juga berkunjung ke menara 19 lantai itu.

Keceriaan nampak di wajah para wisatawan tersebut, bahkan anak-anak tak selalu penasaran dengan pemandangan Kota Semarang dari menara 19 lantai tersebut.

Teropong yang ada jadi sasaran anak-anak bersama orang tuanya, selain melihat pemandangan beberapa wisatawan mengaku sengaja datang untuk bisa melihat hilal.

Seperti halnya yang dikatakan Nurul (39) asal Yogyakarta, besama putrinya Adevita (7).

Keduanya sengaja datang untuk menyaksikan hilal melalui gardu pandang yang sudah dilengkapi teropong khusus itu.

"Setelah ziarah ke makam leluhur, langsung kesini. Penasaran juga bisa melihat hilal, kan di sini ada tim untuk melihat hilal juga," papar Nurul, Jumat (1/4).

Sembari menunggu tim rukyatul hilal selesai melakukan pantauan, Adevita terus bertanya ke Nurul.

"Hilal itu seperti apa bunda, dari tadi tidak melihat meski berulangkali menggunakan teropong," tutur bocah 7 tahun itu.

Nurul pun menjelaskan secara perlahan, dan mengatakan karena tertutup mendung hilal tidak terlihat.

Di sela-sela waktu tersebut, Nurul mengatakan memang selalu mengajak putrinya saat Ramadan untuk berkunjung ke tempat-tempat peribadatan.

"Dari usia 4 tahun Adevita selalu saya ajak ke tempat-tempat yang bisa meningkatkan ilmu agama seperti di MAJT," jelasnya.

Menurutnya, mengisi waktu dengan hal positif untuk meningkatkan wawasan agama anak menjadi hal penting.

"Harapan saya anak saya bisa mendapatkan ilmu baru, jadi tidak hanya menunggu buka puasa di rumah dengan nonton film atau main gadget," papar Nurul.

Ia juga mengatakan, ramadan menjadi bulan yang ditunggu-tunggu umat Islam termasuk dirinya bersama keluarga.

"Untuk itu saya selalu menyempatkan untuk mengajak anak agar wawasannya tentang agama bisa bertambah. Dan jelang puasa ini jadi awal, ke depan kami akan ke tempat lain di sekitar Yogyakarta atau Magelang," ucap Nurul.

Adapun Tim rukyatul hilal MAJT telah bersiap sejak pukul 15.00 WIB. Mereka siaga di Menara Pandang Asmaul Husna.

Lembaga Falakiyah PCNU Kota Semarang juga menghadirkan pantuan tersebut. Dari pantauan, Ketua Lembaga Falakiyah PCNU Kota Semarang, Muhammad Sofa menuturkan matahari terbenam pada pukul 17.42 WIB.

Tepat pada waktu tersebut hilal akan terlihat dengan ketentuan 2 derajat selatan matahari.

"Waktu untuk melihat hilal hanya 9 menit, setelah 17.42 WIB," katanya.

Meski demikian, hingga pukual 18.00 WIB, tim hilal tidak bisa melihat hilal dari teropong khusus.

Sofa mengatakan, tim pantau di MAJT tidak bisa melihat hilal.

"Karena matahari tertutup awan mendung jadi hilal tidak bisa terlihat," ucapnya.

Sementara itu, Himmaturruza, Ketua Tim Hisab Rukyatul MAJT, menuturkan, beberapa tim rukyatul hilal di berbagai daerah juga tidak bisa melihat hilal.

"Laporan dari beberapa tim di berbagai daerah di Indonesia, juga tidak bisa melihat hilal lantaran tertutup awan mendung," jelasnya.

Himmaturruza menjelaskan semua tim di Indonesia mengirimkan laporan dalam grub usai melakukan pantauan.

"Barusan saja laporan dari berbagai daerah di Indonesia dikirim melalui grub chat," ucapnya.

Ia menambahkan, meski hilal tidak terlihat, namun 1 ramadan diperkirakan pada ahad.

"Tapi kami tetap menunggu hasil sidang isbat dari pemerintah, yang akan digelar hari ini," imbuhnya.

Dari hasil tersebut, Kementerian Agama sendiri telah memberikan pengumuman, dan menyatakan 1 ramadan atau puasa akan dijalankan pada Minggu (3/4/2022). (*)
 

--

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved