Berita Boyolali

Pengabdian Masyarakat PAI UIN Raden Mas Said dengan Perkuat Konten Moderasi Beragama

Prodi PAI Fakultas Ilmu Tarbiyah, UIN Raden Mas Said Surakarta melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan menguatkan konten Moderasi Be

Editor: m nur huda
Istimewa
Prodi PAI Fakultas Ilmu Tarbiyah, UIN Raden Mas Said Surakarta melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan menguatkan konten Moderasi Beragama di Media Sosial bagi Pemuda Ansor se-Kecamatan Sambi dan Ngemplak Kabupaten Boyolali. 

TRIBUNJATENG.COM, BOYOLALI - Prodi PAI Fakultas Ilmu Tarbiyah, UIN Raden Mas Said Surakarta melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan menguatkan konten Moderasi Beragama di Media Sosial bagi Pemuda Ansor se-Kecamatan Sambi dan Ngemplak Kabupaten Boyolali.

Koordinator Prodi Pendidikan Agama Islam, Abdulloh Hadziq mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi dosen untuk melaksanakan salah satu prinsip dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pegabdian.

"Saat ini, kaum milenial harus ikut andil dalam proses penguatan moderasi beragama. Sinergi antara tekhnologi dan pemahaman moderasi beragama diharapkan menjadi kekuatan pemuda dalam pembangunan bangsa," katanya sebagaimana keterangan tertulisnya pada Tribunjateng.com, Sabtu (2/4/2022).

Ia mengatakan, kaum milenial semisal kader GP Ansor menjadi garda terdepan dalam mensosialisasikan muatan moderasi beragama di media sosial, agar tercipta kehidupan yang harmonis, damai dan rukun.

Kegiatan ini dilaksanakan di MI Miftahul Ulum Canden Sambi Boyolali dan dihadiri oleh pengurus dan Tim Media GP Ansor se-Kecamatan Sambi dan Ngemplak berjumlah 50 orang, pada 28 Maret 2022.

Adapun, pemateri yaitu aktifis media sosial, sekaligus Dosen UIN Raden Mas Said Surakarta, Nur Rohman dan Abraham Zakki Zulhazmi.

Menurut Nur Rohman, saat ini fenomena pemuda yang terindikasi jaringan terorisme dikarenakan salah satunya oleh informasi dari media sosial.

Hal ini dikarenakan banyak kelompok-kelompok yang gencar menyebarkan berita yang tendensius, menyudutkan pemerinrah dan cenderung radikal.

Oleh karena itu, penggunaan media sosial oleh milenial khusunya Pemuda GP Ansor tentang konten wawasan kebangsaan, dan ideologi untuk menangkal paham radikal perlu dibuat dan terus digencarkan lewat berbagai platform media sosial, baik itu Instagram, Twitter, Youtube, dan sejenisnya.

Kegiatan ini ditutup dengan berharap semoga pemuda GP Ansor terus menerus untuk menyebarkan wawasan kebangsaan dan ideologi Nahdiyin melalui media sosial.(*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved