Berita Sukoharjo

Indeks Pembangunan Manusia di Sukoharjo Terbaik Pertama se-Jateng untuk Tingkat Kabupaten

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo menunjukkan kinerja yang baik di tahun 2021 lalu. Hal tersebut terlihat dari kinerja penyelenggaraan

Dok Pemkab Sukoharjo
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani 

TRIBUNJATENG.COM, SUKOHARJO -  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo menunjukkan kinerja yang baik di tahun 2021 lalu.

Hal tersebut terlihat dari kinerja penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan tahun 2021 menunjukkan hasil yang signifikan. 

Sesuai data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022 menunjukkan angka pertumbuhan daerah 3,82 persen dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 77,13 persen.

Di mana angka tersebut lebih tinggi dari angka provinsi dan nasional. Bahkan, terbaik nomor 1 se-Provinsi Jawa Tengah untuk tingkat kabupaten.

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyampaikan IPM Sukoharjo dari tahun ke tahun selalu naik.

Pada tahun 2018, IPM sebesar 76,07 persen dan di tahun 2019 menjadi 76,84 persen. 

Angka ini terus meningkat di tahun 2020 menjadi sebesar 76,98 persen dan pada tahun 2021 meningkat Kembali menjadi 77,13 persen.

"Hal tersebut menjadikan Kabupaten Sukoharjo sebagai kabupaten di Indonesia dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tinggi dan masuk kategori 10 kabupaten terbaik tingkat nasional,” ucap Etik.

Selain itu, lanjut Etik, Angka Harapan Hidup (AHH) di Kabupaten Sukoharjo sejak lahir meningkat signifikan.

Pada tahun 2018, Angka Harapan Hidup berada di angka 77,54 tahun, sedang tahun 2019 mencapai 77,55 tahun, dan tahun 2020 menjadi 77,65 tahun.

Pada tahun 2021 meningkat lagi menjadi 77,73 tahun.

Begitu juga dengan Harapan Lama Sekolah (HLS) di mana pada tahun 2018 berada di angka 13,81 tahun, tahun 2019 menjadi 13,82 tahun dan tahun 2020 meningkat menjadi 13,83 tahun.

Tahun 2021 kembali meningkat menjadi 13,84 tahun.

“Meski capaian kinerja pemerintahan mengalami kenaikan dengan sejumlah parameter tersebut, kita tidak boleh terlena dengan capaian tersebut," ungkapnya.

"Karena tantangan ke depan makin berat dan kompleks sehingga membutuhkan kerja keras dan kerja cerdas dari kita semua,” tandasnya. (*)

Baca juga: PSIS Semarang Jor-joran Lagi, Setelah Taisei dan Fortes, Mahesa Jenar Incar Pelatih Paul Munster

Baca juga: Angka Pengangguran Kendal Tembus 40.300 orang, Pemkab Target 7.000 Tenaga Kerja Terserap pada 2022

Baca juga: BREAKING NEWS: PSIS Semarang Resmi Lepas Chevaughn Walsh, Sudah Dapat Klub Baru

Baca juga: Dua Pohon Tua Di Ruas Jalan Blora- Randublatung Ditebang

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved