Pemkab Sukoharjo Siapkan Vaksin Booster Pemudik

Pemkab Sukoharjo melakukan antisipasi dengan menyiapkan fasilitas kesehatan untuk vaksin booster untuk pemudik.

TRIBUN JATENG/INDRA DWI PURNOMO
ILUSTRASI: Vaksin booster pemudik. 

TRIBUNJATENG COM, SUKOHARJO - Pemerintah pusat membolehkan masyarakat melakukan mudik Lebaran. Namun dengan syarat sudah vaksin lengkap termasuk vaksin booster.


Menyikapi hal itu, Pemkab Sukoharjo melakukan antisipasi dengan menyiapkan fasilitas kesehatan untuk vaksin booster untuk pemudik.


“Sukoharjo ini merupakan salah satu daerah yang selalu jadi tujuan mudik karena banyak yang merantau. Jadi, sebagai antisipasi bagi pemudik yang belum vaksin booster, nanti disiapkan vaksinasi booster untuk pemudik,” ucap Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Senin (4/4/2022).


Etik menjelaskan, meski sudah diatur pemudik harus vaksinasi booster, tidak menutup kemungkinan pemudik yang datang belum mengikuti vaksinasi booster. 


Hal itu lantaran masyarakat sudah dua tahun ini dilarang mudik oleh pemerintah sehingga mengalami euforia bisa mudik Lebaran.


Untuk itu, karena Sukoharjo menjadi daerah tujuan mudik, Dinas Kesehatan dan jajaran Puskesmas untuk menyiapkan vaksinasi booster untuk pemudik.


Dia juga meminta Satgas Covid-19 tingkat kecamatan, desa, hingga RT untuk aktif memantau wilayah masing-masing.


Pemudik yang datang dan diketahui belum vaksin booster, langsung diarahkan ke failitas kesehatan untuk mengikuti vaksinasi booster.


“Nanti juga disedikan fasilitas jemput bola dengan mendatangi rumah pemudik untuk memberikan vaksinasi booster khususnya yang sudah lanjut usia,” tuturnya.


Etik menjelaskan, pihaknya sudah mengintruksikan para camat, kepala desa dan lurah untuk melakukan pemantauan dan pendataan terhadap pemudik


Dengan sasaran yakni jumlah, daerah asal dan status vaksinasi corona pemudik.


Data tersebut nantinya akan dilaporkan ke puskesmas di semua kecamatan dan diteruskan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo.


“Pemudik dan belum vaksin bisa langsung datang ke Puskesmas untuk ikut vaksinasi. Jadi, kalau bsia dengan kesadaran sendiri tidak perlu dioyak-oyak,” tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved