5 Fakta Mumtaz Rais Putra Amien Rais yang Digugat Cerai Futri Zulya Putri Zulkifli Hasan
Berikut ini 5 fakta tentang Mumtaz Rais, anak ketiga Amien Rais yang digugat cerai Futri Zulya Savitri: 1. Anak ke-3 Amien Rais
Penulis: Awaliyah P | Editor: galih permadi
5 Fakta Mumtaz Rais Putra Amien Rais yang Digugat Cerai Futri Zulya Putri Zulkifli Hasan
TRIBUNJATENG.COM - Berikut ini fakta-fakta Mumtaz Rais, anak ketiga Amien Rais yang digugat cerai Futri Zulya Savitri.
Futri Zulya Savitri merupakan anak Ketua Umum Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan.
Futri Zulya Savitri menggugat cerai Mumtaz Rais ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan.
Gugatan cerai bernomor perkara 664/Pdt.G/2022/PA.JS didaftarkan pada awal Februari 2022 oleh Futri didampingi pengacaranya, Sandy Arifin dan Wijayono Hadi Sukrisno.
Diam-diam, keduanya sudah sembilan kali menjalani sidang.
Sidang gugatan cerai pada Ahmad Mumtaz Rais sebelumnya digelar pada 30 Maret 2022.
Agenda tersebut soal kesempatan terakhir Mumtaz Rais sebagai tergugat menyerahkan duplik.
Dalam agenda tersebut pengadilan meminta penggugat, Futri Zulya Savitri, melakukan pembuktian atas gugatannya.
Berikut ini 5 fakta tentang Mumtaz Rais, anak ketiga Amien Rais yang digugat cerai Futri Zulya Savitri:
1. Anak ke-3 Amien Rais
Ahmad Mumtaz Rais, S.E. lahir di Yogyakarta, 17 September 1983.
Ahmad Mumtaz adalah anak ketiga Amien Rais setelah Hanafi dan Hanum Rais.
Ahmad Mumtaz masih memiliki dua adik yakni Tasnim Fauziah dan Ahmad Baihaqi.
Ahmad Rais mendapat gelar sarjana ekonomi dari Universitas Gadjah Mada.
Mumtaz menikah dengan putri Wakil Ketua MPR, Futri Zulya Savitri.
2. Mantan anggota DPR RI
Ahmad Mumtaz Rais sebelumnya pernah menjadi anggota DPR RI periode 2009-2014 dari PAN mewakili dapil Jawa Tengah VIII yang meliputi Kabupaten Cilacap dan Banyumas.
Dalam pemilu tersebut, Ahmad Mumtaz Rais jadi caleg termuda PAN yang setelah lolos bertugas di komisi VI menangani perdagangan, perindustrian, investasi, koperasi, UKM, BUMN dan Badan Standardisasi Nasional.
Lima tahun berselang, pria 36 tahun itu kembali maju sebagai calon anggota DPR RI dapil Jawa Tengah VI yang mencakup Kabupaten Temanggung, Purworejo, Wonosobo, Magelang, dan Kota Magelang.
Hanya saja, dewi fortuna tak berpihak kepada lulusan S1 Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut.
Adik Hanum Salsabiela Rais itu tak bisa kembali bertugas di Senayan.
3. Mundur dari calon bupati Sleman
Sebelumnya, Ahmad Rais dikabarkan mencalonkan diri menjadi Bupati Sleman.
Kabar itu mencuat setelah ditemukan baliho menampilkan fotonya di salah satu jalan utama DIY, simpang empat Jalan Kaliurang, Sleman.
“Slemanial 2020. Milenial untuk Sleman. Mumtaz Rais Wiryosudarmo, MPA. #PutraAsliSleman,” bunyi tulisan di baliho itu.
Namun, belum juga maju sebagai cabup, Mumtaz mundur.
Padahal sebelumnya, Mumtaz Rais telah memperoleh rekomendasi langsung dari DPP PAN dan resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Bupati Sleman ke DPD PAN Sleman.
Mumtaz memilih mendukung calon lain di Pilkada Sleman 2020.
4. Digadang-gadang isi kabinet
Isu reshuffle menteri yang santer dalam beberapa waktu lalu memunculkan sejumlah nama-nama baru.
Dari sisi masyarakat, banyak yang berharap reshuffle akan memberi angin segar yang bisa memberi perubahan positif terhadap kinerja pemerintah.
Terutama dalam menanggulangi covid-19 yang belum menunjukkan tanda-tanda akan usai.
Sementara itu, sejumlah partai politik mulai mengusung nama-nama yang akan mewakili partai di pemerintahan. Tak terkecuali Partai Amanat Nasional (PAN).
Sikap partai ini cukup berseberangan dengan sikap pendirinya, Amien Rais. Yang dalam banyak kesempatan, cukup sering mengritisi pemerintah.
Dalam reshuffle kali ini, PAN menawarkan anak ketiga Amien Rais, Ahmad Mumtaz Rais.
Terkait dengan wacana pencalonan tersebut, Mumtaz Rais yang saat ini menjabat Ketua DPP PAN Bidang Pengembangan Organisasi dan Keanggotaan (POK) memberi tanggapan.
"Kalau memang Tuhan punya jalan lain, ya, saya siap. Harus siap karena panggilan negeri," kata Mumtaz
Sikap Mumtaz yang cenderung pro pemerintah ini cukup bertolak dengan sikap 3 saudaranya lain, yakni Hanafi Rais, Hanum Rais dan Tasniem Rais.
"Dan saya pribadi selama ini meyakini dengan program-program yang dicanangkan oleh Pak Jokowi," ujarnya.
5. Polemik dengan Wakil Ketua KPK
Nama Ahmad Muntaz Rais menjadi perbincangan ramai setelah dilaporkan oleh Wakil Ketua KPK, Pamolangi Nawawi ke polisi pada 2020 silam.
Ahmad Muntaz Rais dilaporkan ke Polresta Bandara Soekarno-Hatta imbas terjadinya keributan di maskapai Garuda Indonesia.
Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Adi Nugroho membenarkan adanya laporan kasus tersebut.
Ia menjelaskan sesampainya di Terminal 3 Bandara Soetta, Nawawi melaporkan secara lisan ke petugas soal adanya keributan itu.
"Beliau datangi pospol dan melaporkan soal kejadian ini," ujar Adi kepada Warta Kota, Kamis (13/8/2020).
Sementara itu Dirut Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra menerangkan bahwa Ahmad Muntaz Rais dengan Pamolangi Nawawi terlibat adu argumen.
Kejadian ini berlangsung pada Rabu (12/8/2020) dalam penerbangan GS 643 rute Gorontalo - Makassar - Jakarta.
Peristiwa itu dipicu oleh putra Amien Rais yang kedapatan menggunakan handphone ketika pesawat tengah boarding dari Gorontalo dan ketika pesawat tengah melakukan refueling sewaktu transit di Makassar.
Kemudian ditegur oleh cabin crew namun yang bersangkutan tidak mengindahkan.
Ketika ditegur ketiga kalinya anak dari tokoh reformasi ini malah membentak - bentak cabin crew.
Nawawi yang berada dalam satu pesawat dengannya berupaya agar Mumtaz Rais ini patuh aturan dan jangan memarahi petugas.
Akan tetapi yang bersangkutan tidak terima. Dan berbalik marah dengan Wakil Ketua KPK itu.
"Kami akan menghormati proses hukum yang berjalan termasuk secara kooperatif akan memberi informasi lebih lanjut bilamana dibutuhkan," kata Irfan.
"Kami juga turut menyampaikan apresiasi kepada penumpang yang senantiasa mendukung penegakan aturan keselataman penerbangan. Kami meyakini komitmen penerapan safety pada operasional penerbangan dapat berjalan dengan optimal dengan adanya dukungan dan peran serta seluruh penumpang dalam mematuhi aturan keselamatan penerbangan yang berlaku," ungkapnya. (*)