Stikes Telogorejo Semarang

Holistic Yoga Program Mengatasi PSTD Post Traumatic Stress Disorder

Salah satu bentuk dampak psikologis yang sering ditemui pada masyarakat korban bencana alam adalah post traumatic stress disorder.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Ns Vivi Sovianti SKep MKep, Dosen D3 Keperawatan Stikes Telogorejo Semarang 

Oleh: Ns Vivi Sovianti SKep MKep, Dosen D3 Keperawatan Stikes Telogorejo Semarang

SALAH satu bentuk dampak psikologis yang sering ditemui pada masyarakat korban bencana alam adalah post traumatic stress disorder (PTSD).

Post traumatic stress disorder adalah sindrom yang dialami oleh seseorang yang mengalami kejadian yang traumatis dan individu tersebut tidak mampu menghilangkan ingatan akan kejadian tersebut dari pikirannya.

PTSD adalah gangguan kecemasan yang dialami oleh individu yang melihat atau mengalami kejadian yang berbahaya.

Seperti masalah kesehatan mental pada umumnya, kombinasi beberapa faktor yang kompleks mungkin menjadi penyebab PTSD, yaitu: Pengalaman yang menakutkan, termasuk jumlah dan tingkat keparahan trauma yang telah dialami dalam hidup, Mewarisi risiko kesehatan mental, seperti riwayat gangguan kecemasan dan depresi dalam keluarga, Ciri-ciri kepribadian, seperti kecenderungan temperamental dan Cara otak mengatur bahan kimia dan hormon yang dilepaskan tubuh sebagai respons terhadap stres.

Gejala PTSD pada umumnya dibagi menjadi 4 tipe, yaitu ingatan intrusif, avoidance atau menghindar, perubahan negative pada cara berpikir, mood, serta perubahan reaksi fisik dan emosional. Dampak dar i PTSD sendiri dapat mengganggu kehidupan seseorang kedepannya, bahkan dampaknya bisa terasa dalam jangka waktu yang lama (Xiao et al., 2020).

PTSD akan mengganggu kualitas hidup. Gangguan ini akan membuat kamu sulit untuk memercayai, berkomunikasi, dan menyelesaikan masalah. Ini dapat menyebabkan masalah dalam hubungan dengan teman, pasangan, keluarga, dan rekan kerja. Selain itu, gangguan ini juga dapat memengaruhi kesehatan fisik seperti dapat meningkatkan risiko penyakit jantung atau gangguan pencernaan.

Yoga merupakan salah satu dari enam ajaran dalam filsafat Hindu, yang menitikberatkan pada aktivitas meditasi atau tapa di mana seseorang memusatkan seluruh pikiran untuk mengontrol panca indranya dan tubuhnya secara keseluruhan. Yoga juga digunakan sebagai salah satu pengobatan alternatif, biasanya hal ini dilakukan dengan latihan pernapasan, olah tubuh dan meditasi, yang telah dikenal dan dipraktikkan selama lebih dari 5000 tahun.

Holistic Yoga Program dibuat oleh terapis yoga untuk mengatasi gejala hyperarousal PTSD. Saat orientasi, peserta HYP dibiasakan dengan dukungan praktik berupa DVD, perangkat audio, dan handout untuk di rumah. Kelas yoga dipimpin oleh instruktur dan dihadiri setiap minggu selama satu jam.

Walaupun belum bisa dikatakan sebagai solusi utama dari permasalahan saat ini, namun yoga dapat menjadi solusi tambahan atau pilihan alternatif yang dampaknya jelas berpengaruh secara signifikan dalam penurunan skor PTSD, yang juga didukung dengan pelaksanaannya yang relative mudah dan aman. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved