Berita Viral

Inilah Sosok Dewa Anak Bupati Tersangka Kerangkeng Manusia, Memalu Tangan Orang Sampai Kuku Lepas

Sosok Dewa Perangin-angin anak dari Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-angin ikut ditetapkan sebagai tersangka kasus kerangkeng manusia.

Editor: rival al manaf
TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO
Dewa Perangin-angin, anak Bupati nonaktif Langkat ditahan atas kasus kerangkeng manusia, Jumat (8/4/2022). (TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO) 

TRIBUNJATENG.COM, SUMUT - Sosok Dewa Perangin-angin anak dari Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-angin ikut ditetapkan sebagai tersangka kasus kerangkeng manusia.

Total Polda Sumatera Utara menahan delapan tersangka kasus kerangkeng manusia.

Adapun Dewa dan tujuh orang lainnya dihadirkan saat konferensi pers yang digelar di Mapolda Sumut, Jumat (8/7/2022).

Baca juga: Kesaksian Penghuni Kerangkeng Manusia: Anak Bupati Pukuli Jari dengan Martil Sampai Kuku Terlepas

Baca juga: 20 Tahun Advokasi Kekerasan, Edwin Syok Kekejaman di Kerangkeng Manusia Bupati Langkat: Paling Sadis

Baca juga: Puspomad Selidiki Keterlibatan Oknum TNI AD dalam Kasus Kerangkeng Manusia Bupati Langkat

Ketua Satuan Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (Sapma PP) Kabupaten Langkat, Dewa Peranginangin akhirnya dipenjarakan Polda Sumut.

Saat menggelar konfrensi pers, Kapolda Sumut, Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak memamerkan wajah Dewa Peranginangin, anak Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Peranginangin.

Ketika ditahan polisi, Dewa Peranginangin menggunakan pakaian kemeja tahanan warna merah.

Kedua tangannya diikat pakai borgol plastik warna hitam.

Saat digiring petugas Polda Sumut ke depan Aula Tri Brata, Dewa Peranginangin yang cuma memakai celana pendek warna cokelat berusaha menyembunyikan wajahnya.

Dewa Peranginangin yang memakai masker putih berusaha memalingkan wajahnya dari kamera awak media.

Dia berkali-kali menundukkan kepala, agar wajahnya tidak disorot dan dijepret kamera wartawan.  

"Terhitung sejak tadi malam, delapan tersangka yang sudah kami tetapkan, baik itu perannya selaku orang yang turut serta terjadinya tindak pidana yang mengakibatkan orang meninggal dan tindak pidana perdagangan orang kami tahan setelah dilakukan gelar perkara," kata Kapolda Sumut, Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak, Jumat (8/4/2022). 

Jika dalam tempo tersebut penyidikan selesai, maka mereka akan segera dilimpahkan ke kejaksaan.

"Penahanan di rutan Polda Sumut selama 20 hari kedepan. Ini artinya waktu sudah mulai berjalan, karena argo kita harus menyelesaikan tepat waktu, meskipun masih ada mungkin hal-hal lain yang belum kami temukan," kata Panca.

Berkenaan dengan pengusutan kasus ini, Polda Sumut mengaku masih berkoordinasi dengan LPSK dan Komnas HAM.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved