Berita VKriminal

Sikap Khadirun Pelaku Mutilasi Organ Vital di Tegal Diungkap Sesama Tahanan, Kasusnya Masih Misteri

tersangka yang diketahui bernama Khadirun (44), menjalankan tes kejiwaan atau pemeriksaan psikologi di RSUD dr Soeselo Slawi

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muslimah
Tribun Jateng/ Desta Leila Kartika
Akhadirun (44), pelaku pembunuhan sadis yang kondisi korbannya kedua payudara dan alat kelamin terpotong di area persawahan Desa Jatimulya, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, dalam pres rilis ungkap kasus di halaman Polres Tegal, Selasa (22/3/2022).  

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Motif Khadirun membunuh Kasni masih menjadi misteri.

Polisi kesulitan karena pelaku selalu saja mengelak saat diajak bicara mengnai hal itu.

Terbaru dilakukan tes kejiwaan.

Kasus pembunuhan sadis dengan kondisi organ vital (payudara dan alat kelamin) korban terpotong di area persawahan Desa Jatimulya, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal beberapa waktu lalu memasuki tahap baru.

Hal ini terungkap dalam preskon rilis kasus di halaman Polres Tegal, Jumat (8/4/2022) yang dipimpin langsung oleh Kapolres Tegal, AKBP Arie Prasetya Syafa'at.

Baca juga: Tak Bosan-bosannya, Malaysia Kembali Daftarkan Reog Sebagai Warisan Budaya Mereka ke UNESCO

Baca juga: Inilah Sosok Dewa Anak Bupati Tersangka Kerangkeng Manusia, Memalu Tangan Orang Sampai Kuku Lepas

Adapun tahap baru yang dimaksud, yaitu pengungkapan hasil pemeriksaan psikologi terhadap tersangka dari Biro Sumber Daya Manusia (SDM) bagian psikologi Polda Jateng.

Seperti yang diketahui sebelumnya, bahwa tersangka yang diketahui bernama Khadirun (44), menjalankan tes kejiwaan atau pemeriksaan psikologi di RSUD dr Soeselo Slawi.

Hal ini dilakukan mengingat tersangka enggan berbicara dan memilih bungkam diam seribu bahasa. 

Sehingga untuk mempermudah proses penyelidikan maka dilakukan tes psikologi terhadap tersangka, untuk mengetahui apakah yang bersangkutan memang mengalami gangguan jiwa atau tidak.

"Sesuai hasil pemeriksaan dari tim Biro SDM bagian Psikologi Polda Jateng, tersangka tidak ada indikasi gangguan jiwa sehingga dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum," ujar Kapolres Tegal, AKBP Arie, pada Tribunjateng.com, Jumat (8/4/2022).

Presskon rilis update pembunuhan keji di area persawahan Desa Jatimulya, Kecamatan Suradadi beberapa waktu lalu, berlangsung di halaman Polres Tegal Jumat (8/4/2022), dipimpin langsung oleh Kapolres Tegal, AKBP Arie Prasetya Syafa'at (tengah). 
Presskon rilis update pembunuhan keji di area persawahan Desa Jatimulya, Kecamatan Suradadi beberapa waktu lalu, berlangsung di halaman Polres Tegal Jumat (8/4/2022), dipimpin langsung oleh Kapolres Tegal, AKBP Arie Prasetya Syafa'at (tengah).  (desta leila kartika)

Dijelaskan secara rinci oleh Kapolres, pada pendalaman psikologis tersangka pihaknya menggunakan dua sumber yaitu melalui dokter ahli jiwa RSUD dr Soeselo Slawi dan Biro Psikologi Polda Jateng.

Hasilnya? Dari kedua sumber tersebut mengatakan bahwa tersangka tidak mengalami gangguan jiwa dan bisa dimintai pertanggungjawaban atas tindakan yang telah dilakukan yaitu memutilasi korban.

Berdasar pada hasil tersebut, maka perkara kasus mutilasi organ vital yang dialami oleh Kasni (59) akan terus dilanjutkan sesuai ketentuan hukum yang ada.

"Terkait motif pelaku kenapa tega melakukan aksi mutilasi tersebut atau hal-hal lain akan kami dalami secepatnya. Ketika sudah kami ketahui motif nya, maka segera kami update (informasikan) kepada rekan media semua," ungkapnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved