Berita VKriminal

Sikap Khadirun Pelaku Mutilasi Organ Vital di Tegal Diungkap Sesama Tahanan, Kasusnya Masih Misteri

tersangka yang diketahui bernama Khadirun (44), menjalankan tes kejiwaan atau pemeriksaan psikologi di RSUD dr Soeselo Slawi

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muslimah
Tribun Jateng/ Desta Leila Kartika
Akhadirun (44), pelaku pembunuhan sadis yang kondisi korbannya kedua payudara dan alat kelamin terpotong di area persawahan Desa Jatimulya, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, dalam pres rilis ungkap kasus di halaman Polres Tegal, Selasa (22/3/2022).  

Menurut Kapolres, pada pemeriksaan kali ini, tersangka Khadirun mengalami sedikit perkembangan karena sudah mau berbicara, meskipun masih tergolong menutup diri terutama jika diberi pertanyaan yang mengarah ke kasus mutilasi, tempat kejadian perkara (TKP), situasi di TKP, dan lain-lain.

Tersangka selalu mengelak, menutup diri, dan mengalihkan pembicaraan dari topik mutilasi yang dilakukan.

Kapolres menuturkan, bahwa tersangka saat ditanya meskipun sudah berkenan menjawab tapi jawaban tidak sesuai dengan apa yang ditanyakan petugas.

Dicontohkan, ketika tersangka ditanya sudah makan atau belum? Maka yang bersangkutan menjawab belum tidur sedari tadi.

Ketika ditanya apakah tersangka pada saat kejadian ada di TKP? Ia menjawab jika sedang di rumah dan sedang mencari teh.

"Intinya sesuai hasil observasi, tersangka memiliki orientasi cukup baik terkait waktu, tempat, dan ruang. Maksudnya? Ketika tersangka kami tanya mengenai salat lima waktu tahu atau tidak? yang bersangkutan menjawab tahu dan bisa menyebutkan urut mulai subuh-isya.

Tersangka juga tahu misal sedang berada di ruang tahanan, ketika kami panggil ia tahu misal ada di ruang pemeriksaan, ketika kami beri makanan tersangka juga tahu semisal rasanya enak, jadi intinya yang bersangkutan tahu apa yang dirasakan dan dialami," terang Kapolres.

Tersangka masih enggan dan menghindari pertanyaan jika sudah mengarah pada peristiwa pembunuhan.  

Bahkan menurut Kapolres, saat tersangka ditunjukkan pisau cutter yang bersangkutan langsung terdiam dan mengelak. Ketika ditunjukkan foto dari korban, tersangka juga semakin mengelak. 

Padahal jika diberitakan pertanyaan lainnya, tersangka mau menjawab dan lancar. 

Sesuai penuturan sesama tahanan yang satu sel atau satu blok dengan tersangka, mengatakan bahwa komunikasi lancar normal seperti biasa, terpenting tidak mengarah kepada kasus. 

Karena jika sudah mengarah ke kasus, maka tersangka langsung mengelak dan menghindar.

"Kasus ini masih terus kami proses dan sesegera mungkin akan kami gali lebih dalam lagi terkait motif dari tersangka," tegasnya.

Terpsiah, Kasat Reskrim Polres Tegal, AKP I Dewa Gede Ditya Krishnanda, mengungkapkan bahwa hasil psikologi yang dilakukan oleh tim sangat luas.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved