Travel Guide

Masjid Agung Demak, Ziarah Makam Raden Patah hingga Benda-benda Peninggalan Walisongo

Masjid Agung Demak yang merupakan termasuk dalam jajaran masjid tertua di Indonesia.

Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: sujarwo
TribunJateng.com/Reza Gustav Pradana
Masjid Agung Demak. 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Berbicara tentang Kabupaten Demak di Provinsi Jawa Tengah, tentunya tak lepas dari sebutan Kota Wali beserta segudang kisah dan bangunan sejarah di dalamnya.

Satu di antaranya yakni Masjid Agung Demak yang merupakan termasuk dalam jajaran masjid tertua di Indonesia.

Masjid itu terlet

Kompleks permakaman kesulatanan Demak di Masjid Demak
Kompleks permakaman kesulatanan Demak di Masjid Demak (tribunjateng/widodo)

ak di Kampung Kauman, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Demak, tepatnya berhadapan langsung dengan lapangan Simpang Enam Demak.

Masjid tersebut diyakini pernah menjadi tempat berkumpulnya para anggota Wali Songo yang menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. 

Dari data dinas kebudayaan setempat, pendiri masjid ini adalah Raden Patah, yaitu raja pertama dari Kesultanan Demak sekitar abad ke-15 Masehi.

Makam Raden Patah sendiri juga berada di komplek masjid tersebut, beserta makam raja-raja yang lain atau setelahnya.

Berdasarkan sejumlah informasi yang dihimpun, Raden Patah diyakini merupakan anak dari Prabu Brawijaya V Kertabhumi, raja Majapahit terakhir.

Raden Patah memiliki gelar sebagai Panembahan Jimbun setelah melegitimasi Kesultanan Demak sebagai penerus Majapahit dan pengangatakannya sebagai sultan Demak oleh Wali Songo.

Hal itu membuat Masjid Agung Demak memiliki nilai sejarah yang tinggi dan terkesan sakral.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved