Berita Semarang
Ramadhan Jadi Momentum Pelaku UMKM di Semarang Bangkit dari Pandemi Covid-19
Ramadhan jadi momentum bagi para pelaku UMKM di Kota Semarang untuk bangkit dari pandemi.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bulan suci Ramadan menjadi momentum bagi para pelaku UMKM di Kota Semarang untuk bangkit dari pandemi Covid-19.
Setelah lebih dari dua tahun sektor

UMKM terdampak pandemi, kini para pelaku UMKM mulai kembali meraup keuntungan pada Ramadan.
Di Semarang, cukup banyak event UMKM selama Ramadan di sejumlah titik. Satu diantaranya Gerai Takjil Ramadan di Taman Kasmaran Kampug Pelangi yang digelar oleh Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang. Kegiatan ini berlangsung mulai 10 - 17 April 2022.
Dinkop UMKM menggaet pelaku UMKM dari masing-masing kecamatan untuk membuka gerai di Taman Kasmaran selama delapan hari.
Pelaku UMKM dari Karang Taruna, Puput Rahayu mengatakan, sangat antusias mengikuti Gerai Takjil Ramadan.
Menurutnya, ini menjadi menjadi peluang bagi UMKM untuk bangkit setelah terdampak pandemi.
"Selama pandemi UMKM turun. Ditambah, harga bahan pokok naik. Kami senang sekali diberi wadah untuk mencari rezeki seperti ini," ujarnya.
Diakuinya, selama dua hari ini pengunjung yang datang belum begitu ramai.
Ini dimungkinkan karena masyarakat belum mengetahui adanya gerai takjil atau bisa jadi karena banyak event serupa di berbagai wilayah.
Dia berharap, Ramadan ini bisa mendatangkan berkah bagi para pelaku UMKM.
Kepala Dinkop UMKM Kota Semarang, Agus Wuryanto mengatakan, pemerintah terus mendorong pelaku UMKM kembali tumbuh. Selain Gerai Takjil di Taman Kasmaran, bazaar UMKM juga telah banyak digelar di masing-masing kecamatan dan kelurahan.
"Semua mulai tumbuh. Di kecamatan dan keluarahan ada semua. Kalau di tingkat kota, kami selenggarakan di Taman Kasmaran yang baru saja dibuka oleh Pak Wali," ujar Agus.
Pihaknya melibatkan pelaku UMKM dari PKK, masing-masing kecamatan, hingga kaum difabel. Selama Ramadan, UMKM kuliner memang tengah digenjot agar bisa tumbuh.
Menjelang Lebaran nanti, UMKM yang bergerak di sektor fashion juga akan turut didorong agar bisa memasarkan produk-produknya.
"Kami rencananya akan ada bazaar di balai kota. Jadwal masih kami koordinasikan dengan Dinas Perdagangan. Kami ingin semua pelaku UMKM bisa tumbuh," katanya. (*)