PLN Distribusi Jateng & DIY

Dorong Transisi Energi Baru Terbarukan, 8 Pabrik Rekanan H&M Group Teken Kontrak Pembelian REC PLN

PLN menandatangani nota kesepahaman penggunaan Energi Baru dan Terbarukan dengan delapan Factory Partner H&M Group di wilayah Jawa Tengah dan DIY.

Editor: Editor Bisnis
IST
PLN menandatangani nota kesepahaman penggunaan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) dengan delapan Factory Partner H&M Group di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta melalui pembelian Renewable Energy Certificate (REC). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG, 13 April 2022 – PLN menandatangani nota kesepahaman penggunaan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) dengan delapan Factory Partner H&M Group di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta melalui pembelian Renewable Energy Certificate (REC).

Penandatanganan perjanjian kerja sama dan kontrak pembelian REC dilakukan antara PLN dengan PT Sritex Group yang membawahi 3 pabrik, PT Busanaremaja Agracipta, PT Semarang Garment, PT Bomin Permata Abadi, PT Bangun Maju Lestari, dan PT YB Apparel Jaya pada Rabu (13/04).

Hadir menyaksikan penandatanganan ini, Vice President Strategi Pemasaran Bagian Timur Regional Jawa Madura Bali PLN, Kris Cahyono mewakili Direktur Bisnis Regional Jawa Madura Bali, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah & D.I.Yogyakarta, M. Irwansyah Putra, Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kementerian Perindustrian, Elis Masitoh, Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, dan Program Stakeholder Engagement and Public Affair Lead H&M Group Production Office Indonesia, Anya Saphira

Irwansyah dalam sambutannya mengatakan PLN berkomitmen untuk terus mendukung transisi menuju energi terbarukan, dengan kerja sama ini industri turut berkontribusi dalam penurunan emisi.

“Selaras dengan pilar transformasi ‘green’ PLN terus berupaya mengembangkan pembangkit energi baru terbarukan sejalan dengan target Net Zero Emission tahun 2060, kerja sama ini merupakan wujud konkret bahwa sektor industri berperan penting dalam transisi energi terbarukan dan pengurangan emisi,” terang Irwansyah.

Ia menambahkan, melalui Penandatangan Perjanjian Jual Beli Listrik REC dengan Factory Partner H&M hari ini, potensi pembelian REC sebesar 85.306 unit sampai jangka waktu lima tahun mendatang.

“Sampai dengan Bulan Maret 2022, PLN UID Jawa Tengah & D.I.Yogyakarta telah menjual sejumlah 22.012 unit REC kepada 5.635 pelanggan senilai Rp 770.420.000,” imbuhnya.

Sementara itu, Program Stakeholder Engagement and Public Affair Lead H&M Group Production Office Indonesia mengatakan pihaknya mendukung pengurangan emisi dengan beralih kepada proses bisnis yang lebih ramah lingkungan. 

“Di H&M Group kami berkomitmen menyesuaikan proses bisnis ke arah yang lebih ramah lingkungan, termasuk mengubah cara _fashion_ diproduksi, dinikmati dan dikonsumsi. H&M Group memiliki target menurunkan 56 persen emisi di rantai pasok produksi termasuk di Indonesia di tahun 2030,” Terang Anya.

Untuk mencapai target tersebut, tambahnya, dibutuhkan kolaborasi antar pihak dengan berbagai pihak diantaranya BUMN, Pemerintah, dan swasta.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved