Puasa Ramadhan 1443

Pesantren Ramadhan Virtual: Ramadhan Tak Boleh Jadi Alasan Bermalas-Malasan

Adapun Pesantren Ramadan Virtual I SMA/SMK se-Jawa Tengah berlangsung selama tiga hari mulai 12 - 14 April 2022

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Eka Yulianti Fajlin
Tangkapan layar kegiatan Pesantren Ramadan Virtual I SMA/SMK se-Jawa Tengah, Rabu (13/4/2022). 

 
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ramadhan tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan produktifitas dan etos kerja.

Hal tersebut disampaikan Kabag Kesra Pemerintah Kota Semarang, Agus Rochim, saat mewakili Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi dalam kegiatan Pesantren Ramadan Virtual I SMA/SMK se-Jawa Tengah, Rabu (13/4/2022). 

Adapun Pesantren Ramadan Virtual I SMA/SMK se-Jawa Tengah berlangsung selama tiga hari mulai 12 - 14 April 2022. 

Agus mengatakan, ibadah tidak hanya dilakukan melalui peningkatan spiritual saja namun juga ibadah sosial, misalnya bekerja keras mencari nafkah untuk keluarga. Maka, Ramadhan tidak boleh menjadikan diri lemas dan malas. 

"Dulu, Rasululah waktu perang badar terjadi di Ramadan. Rasulullah bisa menang walaupun jumlahnya sekitar 300an melawan ribuan orang kafir.

Ini jadi motivasi adik-adik dengan melihat kegigihan Rasulullah memperjuangkan agama islam. Jadi, sebetulnya masalah puasa tergantung niat kita," terang Agus. 

Dia menekankan, semua hal yang dilakukan selama Ramadan jika diniati untuk beribadah akan mendapatkan pahala.

Apalagi, pahala di bulan suci ditingkatkan. Dia pun mengajak seluruh siswa untuk terus belajar selama Ramadan karena menuntut ilmu bagian dari pahala yang sangat besar. 

"Ibadah itu tidak hanya salat dan baca Al Quran, belajar juga termasuk ibadah. Ada yang membuat tugas, kalau diniati ibadah pasti dapat pahala," ujarnya. 

Lebih lanjut, Agus memaparkan, Ramadan ini Allah menawarkan untuk upgrade diri. Tinggal sikap masing-masing umat untuk mengambil atau mengabaikannya.

Penawaran 10 hari pertama berupa rahmat atau kasih sayang. Kemudian, penawaran 10 hari kedua berupa ampunan atau magfiroh. Sedangjan, penawaran 10 hari terakhir adalah pembebasan dari api neraka. 

"Semoga penyelenggaraan pesantren ini dalat jadj pengingat untuk semakin baik dalam amal ibadah. Tetap semangat, puasa jangan dijadikan untuk nglokro atau malas-malasan," jelasnya. 

Sementara itu, Sekretaris MUI Jateng, Multazam Ahmad, memberikan kajian terkait zakat, infaq, dan sodaqoh. Tiga hal itu bisa disalurkan melalui unit pengumpulan zakat (UPZ). Zakat sendiri ada beberapa kriteria yang harus diperhatikan dalam penyalurannya. 

Sedangkan infaq, kini sudah lebih mudah dilakukan. Pada era digital, masyarakat dimudahkan dalam melakukan infaq. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved