Takjil Ramadan

6 Rekomendasi Kuliner yang Wajib Dicoba Saat Berkunjung ke Kabupaten Tegal

Sekarang ini, jika berkunjung ke Kabupaten Tegal tidak hanya menikmati destinasi wisata alam saja, tapi juga bisa berburu kuliner enak

desta leila kartika
Tampilan bakso Lobster yang tersedia di Kedai Bakso dan Mie Ayam R3 dengan harga jual Rp 20 ribu per porsi.  

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Sekarang ini, jika berkunjung ke Kabupaten Tegal tidak hanya menikmati destinasi wisata alam saja, tapi juga bisa berburu kuliner enak yang pastinya menggugah selera dan membuat ketagihan. 

Berikut Tribunjateng.com, memberikan enam rekomendasi kuliner baik yang khas maupun banyak digemari di Kabupaten Tegal.

Mungkin saja bisa menjadi referensi, dan membantu masyarakat (pengunjung) menentukan ingin mencoba kuliner yang mana sesuai selera, pada saat momen libur lebaran mendatang.

Adapun enam kuliner yang akan dibahas memiliki kelebihan, keunikan, dan cita rasa masing-masing.

Termasuk harga jual per porsi nya bisa disesuaikan dengan kemampuan atau kantong masing-masing pengunjung.

Berikut enam rekomendasi kuliner yang bisa menjadi pilihan saat berkunjung ke Kabupaten Tegal:
 

Rujak Teplak Yu Sariah, merupakan salah satu makanan legendaris khas Slawi Kabupaten Tegal dan sudah berjualan selama 30 tahun. 
Rujak Teplak Yu Sariah, merupakan salah satu makanan legendaris khas Slawi Kabupaten Tegal dan sudah berjualan selama 30 tahun.  (desta leila kartika)

1. Rujak Teplak Yu Sariah 

Termasuk salah satu makanan legendaris khas Slawi Kabupaten Tegal, rujak Teplak kuliner yang memiliki citarasa pedas, manis, segar, dan tekstur sambal yang unik. 

Mudah ditemui baik di emperan toko, ruko, maupun pasar di wilayah Kabupaten maupun Kota Tegal, tapi satu yang bisa dibilang legendaris karena sudah ada sejak 30 tahun silam yaitu rujak Teplak bu Sariah.

Ibu berusia 62 tahun ini bercerita, bahwa ia berjualan pertama kali di daerah Slawi selama tiga tahun kemudian pindah ke Pasar Trayeman selama 27 tahun bertahan hingga sekarang, sehingga jika ditotal sudah 30 tahun berjualan rujak Teplak. 

"Kenapa dinamakan rujak teplak? Karena pada saat mengambil sambal dari wadah dan meletakkan di piring menggunakan sendok akan menimbulkan bunyi "plak atau teplak" sehingga dari sanalah tercipta nama rujak teplak. Makanan ini khas Slawi, selain nama yang membedakan ada di sambalnya," ungkap Sariah, pada Tribunjateng.com.

Dikatakan, untuk sambal rujak teplak berbahan dasar atau terbuat dari ketela, terasi, kacang tanah, gula jawa, cabai setan atau cabai rawit biasa kemudian ditumbuk menjadi satu.

Sedangkan untuk varian sayurannya seperti kubis (kol), timun, daun ketela, kangkung, pare, tauge, kecipir, kacang panjang, jantung pisang, dan lain-lain.

Sedangkan untuk menambah cita rasa menjadi lebih nikmat, biasanya dipadukan dengan kerupuk tanah atau jenis kerupuk lainnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved