Kasus KDRT Pekalongan Terungkap! Suami Gantung Mayat Nurmawati Agar Seakan Tewas Bunuh Diri
Misteri kematian mama muda di Pekalongan bernama Nurmawati kini sudah terungkap.
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM - Kematian seorang ibu muda, Nurmawati (35), warga Kradenan Gang 9, Kelurahan Buaran Kradenan, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan, Selasa (12/4/2022) malam lalu, menemukan titik terang.
Nurmawati diduga bukan tewas karena gantung diri, melainkan dibunuh seseorang.
Polres Pekalongan Kota menetapkan M Soleh (35), juga warga Buaran Kradenan, sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Nurmawati, pada Kamis (14/4) siang.
Soleh tidak lain merupakan suami korban.
"Dari hasil olah tempat kejadian perkara (olah TKP), penyidik merasa ada yang janggal. Penyidik merasa bahwa korban ini tidak bunuh diri, diduga dibunuh oleh seseorang. Selanjutnya, dari penyidik menghubungi pihak forensik dan jadi hasil forensik bahwa korban meninggal dunia karena tercekik," ungkap Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Wahyu Rohadi, kepada Tribun Jateng, Kamis sore.
Menurut Wahyu, fakta-fakta tersebut didapati oleh petugas kepolisian di lapangan dan hasil dari pemeriksaan pada tubuh korban.
"Saya pastikan, korban tewas bukan karena gantung diri seperti pada awal disampaikan M Soleh pada polisi. Setelah kami dalami dari hasil pemeriksaan saksi-saksi dan olah TKP, korban meninggal dunia tercekik," ujar Wahyu.
Dia mengatakan, suami korban yang bernama M Soleh, saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka.
Terkait dengan motif tersangka membunuh istrinya, anggota Satreskrim Polres Pekalongan Kota masih melakukan pendalaman lebih lanjut.
Dia menjelaskan, hasil pemeriksaan dan olah TKP menunjukkan, di tubuh korban terdapat luka-luka, di antaranya di bagian leher, badan, dan kepala bagian belakang.
"Kami masih menunggu hasil dari forensik. Terkait luka ditubuh korban memang benar ada dua luka. Pertama jeratan pada leher dan kedua ada luka di bagian belakang. Keterangan dari tersangka, korban didorong hingga jatuh ke belakang," tambahnya.
Sebelumnya, Nurmawati ditemukan tewas, pada Selasa malam, dalam keadaan menggantung di rumahnya.
Korban ditemukan pertama kali oleh suaminya, M Soleh, yang kemudian menurunkan korban.
Soleh langsung meminta dua karyawanya untuk menghubungi keluarga besar korban di Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan.
Kejanggalan Mayat
Suciati (46), kakak ipar korban mengatakan, ada kejanggalan kematian adik iparnya.
"Saya pertama kali mendengar korban meninggal dunia, dari pegawainya suami korban itu, pada Selasa malam. Lalu saya tanya ke orang yang ngasih kabar itu, kenapa meninggal dunianya? Kan tadi masih sempat telepon-teleponan dengan keluarga," kata Suciati, Rabu.
Setelah mendapatkan kabar kematian adik iparnya, Suciati bersama anggota keluarga yang lain langsung pergi ke kediaman korban.
"Setelah sampai di rumah, saya melihat Nurmawati sudah terbujur kaku dan ditutupi selendang. Saat saya melihat jenazah Nurmawati. Kok ada yang aneh, ada bekas seperti luka di leher. Terus saya tanya ke keluarga laki-laki, Nurmawati meninggal dunia karena apa? Tapi mereka tidak menjawab semua. Lukanya itu ada di leher memar dan di bawah mata itu luka, terus kepalanya juga," imbuhnya.
Suciati mengungkapkan, Nurmawati tinggal bersama anak dan suaminya.
"Yang saya tahu bahwa hubungan antara korban dan suaminya memang kurang harmonis dan kerap ribut terkait urusan rumah tangga. Karena, hal itu saya melaporkan kematian korban ke polisi," ungkapnya. (dro)