Puasa Ramadhan 1443

Kisah Pendeta di Banyumas Mualaf, Hidayah Itu Didapat Sepersekian Detik Jelang Istri Bersyahadat

Saat ditemui di kediamannya di Desa Sudagaran, Banyumas, Hengki Pradono ditemani istrinya Rumiyati menceritakan kisahnya bagaimana mengenal Islam

Penulis: Imah Masitoh | Editor: muslimah
Istimewa
Hengki Pradono seorang Pendeta yang memutuskan menjadi Mualaf di Banyumas, Selasa (12/4/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS – Kisah Pendeta di Banyumas Mualaf, Hidayah Itu Didapat Sepersekian Detik Jelang Istri Bersyahadat

Baru-baru ini beredar video prosesi seorang Pendeta Kristen yang masuk Islam di Banyumas.

Hengki Pradono seorang Pendeta yang memutuskan menjadi Mualaf di Banyumas, Selasa (12/4/2022). (Istimewa)

Video itu pertama kali di unggah oleh channel youtube milik Faidus Sa’ad yang kemudian banyak direpost dan beredar di sosial media.

Saat Tribunjateng.com mengkonfirmasi ke Kantor KUA Kecamatan Banyumas pada Senin (12/4/2022), pihaknya membenarkan seorang Pendeta dengan alamat KTP Jakarta ini mendaftarkan diri untuk menjadi seorang mualaf.

Hengki Pradono seorang Pendeta yang memutuskan menjadi Mualaf di Banyumas, Selasa (12/4/2022).
Hengki Pradono seorang Pendeta yang memutuskan menjadi Mualaf di Banyumas, Selasa (12/4/2022). (Istimewa)

“Iya benar itu ada di Youtube saya, Pak Hengki Pradono telah mengikuti prosesi masuk Islam pada 2 Ramadhan kemarin di Masjid Nur Sulaiman Banyumas, dituntun langsung oleh Ketua MUI Kecamatan Banyumas Faesal Reza,” ucap Faidus Sa’ad selaku Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Banyumas.

Menurut Faidus Sa’ad, Pendeta yang memutuskan menjadi mualaf ini mendatangi KUA Kecamatan Banyumas dan menyampaikan keinginannya untuk menjadi seorang Muslim atas keinginannya sendiri.

“Harus mantap tidak ada paksaan, sebelum proses masuk ikrar Islam kami menanyakan beberapa pertanyaan terlebih dahulu dan membuat surat pernyataan bersedia masuk Islam yang menyatakan tidak ada paksaan diketahui RT, RW, Kades, membawa KTP dan pas foto,” tambahnya.

Saat ditemui di kediamannya di Desa Sudagaran, Banyumas, Hengki Pradono ditemani istrinya Rumiyati menceritakan kisahnya bagaimana mengenal Islam dan memutuskan untuk menjadi mualaf.

Sebelumnya ia sudah menjadi Pendeta sejak tahun 1996 di salah satu gereja di Jakarta.

Hingga pada tahun 2017 pindah ke Karangpucung, Cilacap karena menikahi wanita asal sana. 

Lalu pindah ke Ajibarang dan sekarang tinggal di Banyumas sudah 7 bulan.

“Jadi pendeta sejak tahun 1996 setelah selesai kuliah, Sekolah Teologi, bertugas untuk membangun rintisan-rintisan gereja baru, membaptis, dan mengembangkan jumlah jemaat di gereja dulu. 

Melepas kependetaannya setahun yang lalu sekitar tahun 2021, saya pindah ke Ajibarang masih jadi pendeta,” jawabnya saat diwawancara, Selasa (12/4/2022).

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved