Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Fokus

Fokus: Seberapa Crazy Rich Kamu?

Joko mengecor jalan sepanjang 1,8 kilometer milik kabupaten, menggunakan uang pribadi. Tak tanggung-tanggung, untuk proyek tersebut, dia merogoh kocek

Penulis: rika irawati | Editor: m nur huda
tribunjateng/grafis bram
Wartawan Tribun Jateng, Rika Irawati 

Tajuk Ditulis Oleh Wartawan Tribun Jateng, Rika Irawati

TRIBUNJATENG.COM - Nama Joko Suranto viral setelah unggahan pembangunan jalan rusak di kampung halamannya, di Desa Jetis, Kecamatan Karangayu, Kabupaten Grobogan.

Joko mengecor jalan sepanjang 1,8 kilometer milik kabupaten, menggunakan uang pribadi. Tak tanggung-tanggung, untuk proyek tersebut, dia merogoh kocek hingga Rp 2,8 miliar.

Joko tak berat mengeluarkan uang pribadi demi merasakan jalan di depan rumahnya mulus. Padahal, tak setiap hari Joko melewati jalan itu. Saat ini, dia tinggal di Bandung, Jawa Barat. Dia pulang kampung ke Jetis saat momen Lebaran. Saat itulah, dia merasakan tak nyamannya lewat jalan rusak di depan rumah.

Menurut Kepala Desa Jetis Suharnanik, kerusakan jalan desa itu terjadi sejak 20 tahun lalu. Meski setiap tahun pihaknya mengusulkan perbaikan jalan itu ke Pemkab Grobogan lewat musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) kecamatan, hasilnya nihil.

Ini bisa menjadi jawaban bagi warganet yang mempertanyakan respon pemerintah daerah setempat, 'Malukah mereka dengan aksi Joko?'. Karena nyatanya, butuh waktu puluhan tahun untuk memutuskan apakah jalan tersebut prioritas diperbaiki. Bahkan, masih ada kepala derah yang pilih-pilih menentukan lokasi pembangunan infrastruktur berdasarkan dukungan suara saat pemilihan kepala daerah.

Kini, meski masih dalam tahap penyelesaian, mimpi warga Jetis memiliki jalan mulus telah terwujud lewat adik Suharnanik. Ya, Joko Suranto merupakan adik kandung Suharnanik.

Bahkan, dampak dari perbaikan jalan itu tak hanya dirasakan warga Jetis yang merindukan jalan mulus. kegiatan tersebut juga menggerakkan roda perekonomian warga setempat. Joko memesan bahan-bahan pembangunan jalan dari toko bangunan dan menggunakan tenaga kerja lokal.

Perbuatan Joko ini pun mendapat pujian dari warganet. Mereka menjuluki Joko Suranto sebagai the real crazy rich. Pria kaya yang tak gembar-gembor berbuat baik dan memamerkan perbuatan baik atau hartanya di media sosial, seperti jamak ditemukan.

Apalagi, ternyata, tak hanya jalan di kampung halaman. Joko yang merupakan pengusaha properti itu juga membangun jalan menggunakan uang pribadi di sejumlah tempat di Jawa Barat. Termasuk, membangun 30 masjid.

"Dengan adanya ini, semoga menginspirasi agar yang lain tidak takut berbuat baik, tidak berhitung dalam berbuat baik. Karena, insyaallah, kita akan dikembalikan dalam bentuk kebaikan," kata Joko saat dihubungi Tribun Jateng, Minggu (17/4/2022).

Ajakan Joko ini tentu tak hanya berlaku untuk orang-orang kaya secara finansial. Ajakan ini lebih kepada membangunkan sisi dermawan setiap orang untuk kembali, lebih, atau tak jemu berbuat baik serta memberi. Karena sejatinya, setiap orang 'kaya'.

Terlebih, di bulan ini, umat Muslim yang tengah menjalankan ibadah puasa Ramadan, diajak untuk berlomba berbuat baik. Begitu juga umat Kristen yang mendapat teladan pengorbanan dari Yesus Kristus lewat kematian di kayu salib untuk menebus dosa manusia. Jadi, seberapa crazy rich, kamu? (*)

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved