Kamis, 4 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jateng

Konsumsi Pertamax di Jateng Anjlok 30 Persen

Data PT Pertamina Patra Niaga JBT terkait dengan kenaikan sales pertalite di Jateng terhitung dari rata-rata harian normal yang pada Februari sebanyak

Tayang:
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/Pingky Setiyo Anggraeni
Stasiun pengisian BBM jenis Pertamax di SPBU Karangpucung Cilacap nampak sepi, warga lebih memilih beralih membeli bbm jenis Pertalite. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Konsumsi masyarakat di Jateng terhadap Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis RON 90 atau Pertalite mengalami peningkatan setelah adanya penyesuian harga Pertamax pada 1 April 2022 lalu.

Peningkatan terjadi sekitar 16 persen dibandingkan dengan Februari 2022 lalu.

"Sales (penjualan-Red) Pertalite (April) naik 16 persen dibandingkan dengan rata-rata normal. Kami bandingkan dengan Februari, karena rata-rata konsumsi normal di bulan itu. Sedangkan Maret sudah ada isu Pertamax naik, sehingga tidak bisa dijadikan acuan," kata Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT), Brasto Galih Nugroho, kemarin.

Data PT Pertamina Patra Niaga JBT terkait dengan kenaikan sales pertalite di Jateng terhitung dari rata-rata harian normal yang pada Februari sebanyak 7.294 KL menjadi 8.526 KL (rentang 1-12 April).

Hal itu cenderung berbanding berbalik dengan angka penjualan Pertamax yang terjadi penurunan.

Tercatat rata-rata harian normal Pertamax turun hingga 30 persen, yakni dari 3.286 KL pada Februari menjadi 2.296 KL pada April 2022.

"Sabtu-Minggu setelah penyesuaian harga Pertamax, ada peningkatan (Pertalite-Red) sekitar 9.900 KL, kemudian 9.700 KL, dibandingkan sebelumnya 8.000 KL. Tapi kemudian turun, dan bahkan 11 April tidak sampai 8.000 KL," jelas Brasto.

Menurut dia, dari data itu belum bisa dipastikan terkait dengan tren kenaikan konsumsi Pertalite pada April ini, sebab terjadi secara fluktuatif.

"Jadi memang masih fluktuatif, dan kami masih memantau tren Pertalite ini ke depan rata-rata hariannya seperti apa," sambungnya.

Sementara, menanggapi adanya kekosongan BBM jenis Pertalite di sejumlah SPBU beberapa waktu lalu, Brasto meminta masyarakat untuk tidak khawatir akan adanya kelangkaan. Hal itu diduga terjadi akibat adanya penyesuaian.

Ia menyatakan, pasokan Pertalite ke SPBU sampai saat ini masih aman.

"Terkait pasokan tersendat, mungkin ketika setelah ada penyesuaian harga, konsumsi meningkat. Ketika konsumsi meningkat, otomatis kami menunggu jeda antara pengiriman dengan stok,"tuturnya.

"Tapi sekarang sudah mulai normal, setelah jauh hari dari penyesuaian, dan akhir-akhir ini sudah membaik. Kemudian, permintaan Pertalite, saat ini kami masih menyesuaikan dengan permintaan SPBU," ungkapnya. (idy/Tribun Jateng Cetak)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved