Berita Semarang
Mandor Mesin Kapal Asal Blora Tewas saat Berlayar Kalteng-Semarang
Pria asal Jeruk, Randublatung, Blora itu meninggal dunia ketika kapal sudah berlayar, Minggu (17/4/2022) sekira pukul 20.10 WIB
Penulis: iwan Arifianto | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Joko Purwanto (31) seorang mandor mesin kapal Kirana 1 meninggal dunia saat pelayaran dari pelabuhan Panglima Utar, Kumai, Kalimantan Tengah menuju ke Tanjung Emas, Kota Semarang.
Pria asal Jeruk, Randublatung, Blora itu meninggal dunia ketika kapal sudah berlayar, Minggu (17/4/2022) sekira pukul 20.10 WIB.
Mayat korban baru tiba di Tanjung Emas Semarang, Senin (18/4/2022) pukul 20.00 WIB.
"Iya, ada kru kapal meninggal dunia saat berlayar," ucap Kapolsek KPTE Semarang, Kompol Firdaus Yudhatama saat dihubungi Tribunjateng.com, Selasa (19/4/2022).
Baca juga: 4.000 Tiket Kereta Api Didiskon 60 Persen, Khusus Pemesanan Melalui KAI Access
Baca juga: Harta Jokowi Naik Rp7,8 Miliar, Maruf Amin Turun Rp 1,8 Miliar
Kematian korban mulanya diketahui saat kapal Kirana 1 sudah bertolak dari Pelabuhan Panglima Utar, Kumai, Minggu (17/4/2022) pukul 18.06 WIB.
Ketika kapal lepas menyusuri muara sungai Kumai dan berada di lautan, masinis 2 kapal membangunkan korban pada pukul 20.10.
Korban saat itu memang sedang tidur di kamarnya namun tak ada respon.
Lantaran curiga, masinis 2 tersebut segera menghubungi tim medis kapal.
Korban dinyatakan meninggal dunia selepas tim medis melakukan pemeriksaan.
Mengetahui kejadian itu, nahkoda kapal lantas berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait lalu melanjutkan perjalanan ke Semarang.
Mayat korban kemudian dilakukan perawatan oleh nahkoda dan kru kapal lainnya.
Setiba di Semarang, mayat korban langsung diperiksa tim medis dari KKP dan Tim Inafis Polrestabes Semarang.
Hasilnya, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.
Selain itu, tak ada gejala kematian akibat Covid-19.
"Korban meninggal dunia besar kemungkinan karena serangan jantung," beber Kapolsek.
Mayat korban kemudian diturunkan dari atas kapal Kirana 1 pukul 22.00.
Korban dibawa ambulance menuju rumah duka di Randublatung, Blora.
"Iya keluarga korban menerima kejadian itu sebagai musibah," tandas Kapolsek. (Iwn)