Happy Ramadhan
Pesantren Kilat di Lapas Kelas I Semarang, Nuryanto Kini Bisa Baca Alquran
Haru, senang, dan bangga, campur aduk di dalam hati Nuryanto (28), satu dari 100 napi.
Penulis: budi susanto | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Haru, senang, dan bangga, campur aduk di dalam hati Nuryanto (28), satu dari 100 narapidana yang dinyatakan lulus dalam pesantren kilat di Lapas Kelas I Semarang.
Sejak awal Ramadan ia mengikuti pesantren kilat, dan mengisi waktu dengan membaca Alquran, sesuai tartil, tahfidz, tajwid dan gharib.
Dua pekan lalu, Nuryanto sama sekali tak bisa
membaca Alquran, namun karena tekatnya, kini ia mampu membaca ayat suci.
"Saya sangat bersyukur punya kesempatan mengikuti pesantren kilat, karena banyak hal positif yang bisa saya dapatkan," ujarnya, Kamis (21/4/2022).
Nuryanto mengaku, usai dinyatakan lulus, ia bertekad untuk memperbaiki diri di masa mendatang.
“Selama ini saya menyia-nyiakan hidup dengan tujuan yang tidak jelas. Dari kegiatan pesantren kilat saya lebih bisa mendekatkan diri kepada Allah SWT,” tuturnya.
Nuryanto dan rekan-rekannya yang mengikuti pesantren kilat, juga menjalin wisuda kelulusan dan mendapatkan sertifikat serta hadiah dari Kalapas Kelas I Semarang.
Pesantren kilat yang digelar sejak awal Ramadhan itu dilaksanakan di Masjid At- Taubah Lapas Semarang.
Menurut Kalapas Semarang, Tri Saptono Sambudji, kegiatan positif tersebut akan terus dilaksanakan.
“Kegiatan ini penting untuk meningkatkan iman dan taqwa serta pengetahuan para narapidana. Harapan kami, mereka dapat mengaplikasi pengetahuan agama yang mereka dapat dari kegiatan pesantren ini, bukan hanya pada bulan Ramadhan tetapi juga pada keseharian mereka nanti,” tambahnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/narapidana-ikuti-pesantren-kilat.jpg)