Berita Nasional

Kapolri Listyo Sigit Sarankan Pemudik Lewat Jalur Pantai Selatan Agar Terhindar dari Kemacetan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit memimpin apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2022, Jumat (20/4/2022). Listyo mengatakan mudik Lebaran 2022 ini menjadi t

Editor: m nur huda
Divisi Humas Polri
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menghadiri penutupan pendidikan Sespimti Polri Dikreg ke-30, Sespimen Polri Dikreg ke-61, dan Sespimma Polri Angkatan ke-66, di Lembang, Jawa Barat, Rabu (27/10/2021).(Dokumen Divisi Humas Polri) 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit memimpin apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2022, Jumat (20/4/2022).

Listyo mengatakan mudik Lebaran 2022 ini menjadi tantangan setelah dua tahun belakangan perjalanan mudik dibatasi.

"Mudik kali ini adalah mudik yang sudah ditunggu-tunggu selama kurang lebih hampir dua tahun. Ini tentunya menjadi tantangan bagi seluruh rekan-rekan semua untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi arus mudik kali ini," ujar Listyo di kawasan Monas, Jakarta Pusat.

Listyo melanjutkan, berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, jumlah pemudik tahun ini diprediksi mencapai 85 juta orang.

Sementara itu, khusus di Pulau Jawa, diprediksi ada 23 juta kendaraan roda empat dan 17 juta kendaraan roda dua yang akan mudik tahun ini.

Dalam kesempatan itu, Listyo mengungkapkan, ada 144.392 personel dari Polri dan instansi terkait yang akan diturunkan untuk mengawal mudik Lebaran 2022.

Secara rinci, 87.880 personel dari Polri, sedangkan 56.512 lainnya dari instansi lain seperti TNI, BNPB, Jasa Raharja, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan.

"Mereka akan mengisi kurang lebih 2720 pos yang terdiri dari 1.710 pos pengamanan 734 pos pelayanan dan 258 pos terpadu untuk melaksanakan pengamanan di pusat-pusat keramaian," ujarnya.

Listyo pun mengimbau pemudik menggunakan sejumlah jalur alternatif. Misalnya, menggunakan jalur selatan atau Pantai Selatan (Pansela) Jawa.

Selain itu, lanjut dia, pemudik juga bisa mengikuti program mudik gratis yang disediakan sejumlah instansi, baik dari pemerintah maupun swasta.

Listyo mengatakan hal ini bisa mengurangi kemacetan mudik.

"Ini pun bisa dimanfaatkan untuk mengurangi beban agar jalan tol bisa dikurangi, kemudian kami memberikan imbauan kepada seluruh warga masyarakat untuk memanfaatkan seluruh alternatif, seluruh fasilitas, seluruh moda transportasi supaya macet bisa dihindari," kata dia.

Diimbau Mudik Lebih Awal

Sementara itu, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan momentum mudik lebih awal mulai besok, Jumat (22/4). Hal ini guna mengurangi potensi kemacetan jelang Hari Raya Idul Fitri.

"Kami usulkan tanggal 22 April sudah mulai berangkat, karena untuk penyebaran berangkat masyarakat pada hari-hari sampai menjelang Idul Fitri. Jadi dengan membagi semakin banyak waktu berangkat, semakin sedikit beban yang ada di jalan," ujar Kepala Korlantas Polri Irjen Firman Shantyabudi dalam konferensi pers, Kamis (21/4).

Polri memperkirakan tidak semua kendaraan roda empat tersebut bisa ditampung di jalan tol saat mudik.

Oleh karena itu, Polri menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas, seperti ganjil genap (gage), one way, contra flow, dan pembatasan waktu operasi kendaraan berat.

"Perlu kami sampaikan agar masyarakat bisa paham, yang menjadi dasar pertimbangan kami menerapkan kebijakan ini untuk menambah kapasitas jalan maupun mengurangi jumlah volume kendaraan yang ada di jalan. Tujuannya adalah kelancaran lalin (lalu lintas) itu sendiri," jelas Firman. (cnn/Tribun Jateng Cetak)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved