Berita Sukoharjo

Polres Sukoharjo Telah Periksa Enam Saksi Pada Pembongkaran Keraton Kartasura

Pembongkaran tembok Keraton Kartasura mendapat tanggapan dari Polda Jateng. 

Dokumentasi Polda Jateng
Polisi memeriksa tembok Keraton Kartasura yang dirobohkan MKB untuk jalur alat berat. 

TRIBUNJATENG.COM,SUKOHARJO -- Pembongkaran tembok Keraton Kartasura mendapat tanggapan dari Polda Jateng. 

Keraton yang didirikan Amangkurat II ini merupakan kota Kesultanan Mataram pada tahun 1680–1745, setelah Keraton Plered.

Namun sayangnya tembok keraton dirusak oleh MKB warga Pucangan Kartasura untuk membangun kos-kosan. 

Pembongkaran tembok keraton itu dilakukan dengan menggunakan excavator dengan alasan untuk membuat akses truk pengangkut material.

Kejadian itu dibenarkan Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol M Iqbal Alqudusy. Menurutnya saat ini Polisi telah mendatangi Tempat Kejadian Perkara dan berkoordinasi dengan instansi terkait.

"Benar. Benteng yang dibongkar adalah Benteng kraton Kartasura di sisi sebelah barat yang beralamatkan Krapyak RT 02/10 Kel. Kartasura Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo," jelasnya, Jumat (22/4/2022).

Terkait rincian kejadian, Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan menerangkan kejadian bermula sekitar bulan Maret 2022 ketika MKB membeli tanah seluas 682 M2 seharga Rp.850 juta dari seorang warga Lampung.

Kemudian pada  Senin  (18/4/2022),  MKB  mulai melakukan pembersihan lahan.

"Pada hari Kamis tanggal 21 April 2022 sekira pukul 15.30  dilakukan pembongkaran benteng sebelah barat keraton Kartasura dengan panjang pembongkaran 6,4 meter lebar 2 meter dan tinggi 3,25 meter menggunakan bego atau excavator milik saudara NG," paparnya.

Kejadian itu, kata Kapolres, diketahui Kabid Kebudayaan Pemkab Sukoharjo pada Jumat pagi (22/4/2022).

Selanjutnya Pemkab mengadakan pengecekan dan berkoordinasi dengan kepolisian terkait kejadian perusakan tersebut.

"Tim Reskrim dan INAFIS dibantu Reskrim Polsek Kartasura langsung meluncur ke TKP tersebut" kata Kapolres.

Ia menuturkan kejadian tersebut telah memeriksa enam saksi. Pihaknya telah melaksanakan kegiatan gelar perkara.

"Untuk kewenangan penyidikan ada pada Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). Selanjutnya perkara kami limpahkan ke Balai Pelestarian Cagar Budaya," tuturnya. (*)

Baca juga: H-10 Lebaran, Pemudik Mulai Terlihat Lintasi Pantura Tegal, Sekira 10 Kendaraan Tiap Jam

Baca juga: Video Dekan FAI Unwahas Luncurkan Buku Menjadi Pendamai yang Religius

Baca juga: 80 Ribu Pemudik Diprediksi Padati Pelabuhan Tanjung Emas Semarang

Baca juga: Innalillahi, Bocah SD di Nglorok Karanganyar Tewas, Sepedanya Juga Ikut Terkubur Longsoran Talud

 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved