beacukai tanjung emas

Bea Cukai Tanjung Emas Lakukan Digitalisasi Pelayanan Barang Kiriman dari Pekerja Migran Indonesia

Bea Cukai Tanjung Emas terus berupaya memberikan pelayanan yang optimal kepada pengguna jasa, termasuk kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: galih permadi
IST
Bea Cukai Tanjung Emas Lakukan Digitalisasi Pelayanan Barang Kiriman dari Pekerja Migran Indonesia 

TRIBUNJATENG.COM - Bea Cukai Tanjung Emas terus berupaya memberikan pelayanan yang optimal kepada pengguna jasa, termasuk kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Inovasi terus diupayakan untuk memberikan kecepatan dan kemudahan, terutama terkait Pelayanan Barang Kiriman dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari berbagai negara yang melalui PT JKS Logistik Indonesia.

Perusahaan Jasa Titipan (PJT) sekaligus Tempat Penimbunan Sementara (TPS) yang berada dibawah pengawasan KPPBC TMP Tanjung Emas.

Bea Cukai Tanjung Emas Lakukan Digitalisasi Pelayanan Barang Kiriman dari Pekerja Migran Indonesia
Bea Cukai Tanjung Emas Lakukan Digitalisasi Pelayanan Barang Kiriman dari Pekerja Migran Indonesia (IST)

Sejak pertengahan tahun 2020, Bea Cukai Tanjung Emas menggunakan dokumen Consignment Note (CN) dalam sistem komputer pelayanan Bea Cukai yang dikenal dengan CEISA untuk penyelesaian customs clearance barang kiriman dari Pekerja Migran Indonesia (PMI).

“Melalui sistem ini dokumentasi dapat terekam dengan baik dan realtime, sehingga diharapkan memberikan dampak positif terhadap kecepatan pelayanan barang kiriman dari Pekerja Migran Indonesia (PMI),” terang Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai V, Agus Susilo.

Barang kiriman milik Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dikirim melalui PT JKS logistic Indonesia ini berasal dari berbagai negara diantaranya Malaysia, Singapura, Hongkong, Jepang, Korea Selatan, Uni Emirat Arab, Saudi Arabia, Mesir, Australi dan Belanda. Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Emas, Anton Martin menyampaikan bahwa.

“Selain peningkatan kecepatan pelayanan, sistem ini dapat memberikan dampak positif terhadap pengawasan menjadi lebih efektif dan efisien serta memiliki data histori untuk dianalisis dan evaluasi.

Terbukti meningkatnya jumlah tangkapan NPP dan barang-barang yang terkena ketentuan larangan dan pembatasan dari identifikasi modus-modus pelanggaran di bidang kepabeanan.

Sejak diterapkan pertengahan 2020, Bea Cukai Tanjung Emas berhasil mengagalkan 9 kali penyelundupan Narkotika berupa Methamphetamin (Sabu) dengan rata-rata modus dimasukkan dalam false compartment.”

Implementasi terkait penanganan Barang Kiriman dari Pekerja Migran Indonesia ini dijadikan best practice oleh Direktorat Tenis Kepabeanan DJBC. Kamis (24/03/22) lalu, Direktur Teknis Kepabeanan R. Fadjar Donny Tjahjadi mengundang KPU BC Tipe A Tanjung Priok, KPU BC Tipe C Soekarno-Hatta, KPPBC TMP Tanjung Perak, KPPBC TMP Juanda, KPPBC TMP C Kantor Pos Pasar Baru melakukan peninjauan lapangan implementasi impor barang kiriman PMI pada KPPBC TMP Tanjung Emas sebagai bahan masukan penyusunan Rancangan Peraturan Menteri Keuangan tentang Ketentuan Kepabeanan atas Impor Barang Kiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI).(*) 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved