Opini

OPINI Trisno Yulianto: BUM Desa dan Ekonomi Lebaran

BUM Desa menjadi ikon perkembangan ekonomi desa. BUM Desa diakui oleh negara sebagai badan hukum yang menjalankan usaha ekonomi untuk kesejahteraan m

Editor: m nur huda
Bram Kusuma
Trisno Yulianto 

Opini Ditulis Oleh Trisno Yulianto (Alumni Fisip Undip dan Pendamping BUM Desa)

TRIBUNJATENG.COM - Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) menjadi ikon perkembangan ekonomi desa. BUM Desa diakui oleh negara sebagai badan hukum yang menjalankan usaha ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat desa dan meningkatan pendapatan asli desa.

BUM Desa eksistensi secara hukum, sosial, ekonomi semakin diakui oleh masyarakat dan pelaku usaha. BUM Desa memiliki legal standing sebagai Badan Hukum yang setara dengan perusahaan seperti CV dan PT.

Sampai 22 Januari 2022 tercatat ada 2.622 BUM Desa yang berbadan hukum dan 40 BUM Desa bersama yang juga mendapatkan sertifikat elektronik Badan Hukum dari Kemenkumham .

Hal tersebut menunjukkan BUM Desa memiliki legal standing untuk melaksanakan kerjasama dengan pihak ketiga dibidang usaha maupun sosial. BUM Desa juga bisa menjalankan usaha mandiri sebagai Holding Company.

Jumlah BUM Desa seluruh Indonesia sampai awal April 2022 sebanyak 57.200 yang memiliki berbagai unit usaha dan jenis usaha dalam sektor keuangan (financing), perdagangan, persewaan, dan sebagainya.

Fungsi BUM Desa dalam dinamika ekonomi perdesaan ada tiga hal pokok: Pertama, menjadi lokomotif perkembangan ekonomi desa dengan posisi aktual sebagai perusahaan Desa. BUM Desa harus bisa menggerakkan sumber daya ekonomi dan potensi unggulan desa untuk menjadi elemen pendorong kemajuan usaha produktif.

Kedua, BUM Desa menjadi konsolidator produk unggulan desa baik yang di produksi UMKM Desa maupun oleh unit usaha BUM Desa. BUM Desa menjadi aktor ekonomi yang mampu membranding produk unggulan desa sehingga memiliki nilai lebih dan keunggulan kompetitif.

Ketiga, BUM Desa menjadi pembangun dan pengembang ekosistem ekonomi digital di perdesaan. BUM Desa yang kreatif dan memiliki visi harus mampu menumbuhkan aktivitas progresif kegiatan ekonomi digital bagi usaha mikro.

BUM Desa berinteraksi secara aktif dengan media pemasaran digital atau online seperti Shopping shop atau market place

Fungsi strategis BUM Desa diatas yang idealnya bisa dimangejawantahkan diera Mudik dan lebaran tahun 2022, dimana Pemerintah telah memberikan izin adanya mobilitas penduduk dari kota ke desa.

Arus mudik dan ritus lebaran selama hampir 2 pekan diprediksi akan mendatangkan arus uang masuk ke desa yang jumlahnya signifikan. Diprediksi 120 Triliun uang / modal orang -orang kota yang yang akan dibelanjakan ke desa saat mudik dan lebaran.

Di desa banyak destinasi wisata, toko, unit usaha yang dikelola BUM Desa maupun UMKM yang idealnya diaktivasi untuk menyambut lebaran dan arus mudik. BUM Desa bisa mengorganisasikan kegiatan ekonomi lebaran bersama UMKM Desa.

Baik secara langsung menjadi organizer kegiatan atau pemandu kegiatan ekonomi yang menguntungkan. BUM Desa menjadi penggiat event event ekonomi yang mendatangkan keuntungan bagi pelaku usaha dan unit usaha BUM Desa.

Strategi yang bisa dijalankan BUM Desa adalah BUM Desa bisa bekerjasama dengan pengelola wisata atau unit usaha wisata milik BUM Desa sendiri untuk merangkul jajaran stakeholder ekonomi desa.

Tujuannya adalah memberikan tempat untuk memasarkan produk yang bisa menjadi rujukan belanja para pengunjung yang menikmati suasana lebaran setelah jeda 2 tahun terdampak Covid 19. tentu saja dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

BUM Desa juga bisa menyelenggarakan kegiatan bisnis insidental untuk merespons para pemudik dan masyarakat saat melaksanakan ritus dan ritual lebaran. sehingga uang masyarakat tidak keluar dari Desa dan menjadi modal sosial serta keuntungan bagi masyarakat. Penting BUM Desa membuat analisis ekonomi dan kelayakan usaha dalam menyongsong lebaran.

Analisis kelayakan usaha dibutuhkan bagi penentuan jenis usaha insidental dan juga kegiatan ekonomi yang akan mengakomodasi kepentingan UMKM Perdesaan.
Ekonomi Lebaran di perdesaan harusnya menjadi orientasi bagi BUM Desa untuk mendapatkan keuntungan bagi peningkatan pendapatan asli desa dan mengkonsolidasikan kegiatan promosi produk unggulan desa yang dikelola oleh UMKM Desa. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved