Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Apa Itu Enzim Ptalin? Terdapat pada Air Liur, Ini 3 Fungsinya

Enzim ptialin adalah enzim yang terdapat pada air liur, sehingga sering disebut dengan amilase saliva.

Penulis: Awaliyah P | Editor: galih permadi
net
Saluran empedu pada hati, disebut juga dengan duktus hepatikus, merupakan saluran yang membawa cairan empedu dari hati ke kantong empedu untuk disimpan dan ke usus kecil untuk digunakan dalam pencernaan. 

Apa Itu Enzim Ptalin? Terdapat pada Air Liur, Ini 3 Fungsinya

TRIBUNJATENG.COM - Apa itu enzim ptalin? Berikut fungsi enzim ptalin dan lima enzim lainnya yang berperan dalam proses pencernaan manusia.

Apa Itu Enzim Ptalin?

Enzim ptialin adalah enzim yang terdapat pada air liur, sehingga sering disebut dengan amilase saliva.

Secara alami tubuh manusia memproduksi enzim yang memecah karbohidrat bernama enzim amilase.

Enzim Ptalin adalah jenis enzim amilase yang paling pertama memecah karbohidrat saat makan adalah enzim ptialin.

Karbohidrat didapatkan dari makanan dan kemudian dipecah oleh enzim menjadi energi.

Energi tersebut kemudian digunakan untuk bergerak dan berpikir.

Enzim ptialin dalam tubuh manusia memiliki beberapa fungsi sebagai berikut:

1. Memecah karbohidrat

Fungsi utama enzim ptialin adalah memecah (hidrolisis) karbohidrat atau pati menjadi bentuk yang lebih sederhana.

Richard J. Grand dalam jurnalCarbohydrate and Lactose Malabsorption (2004, menyebutkan bahwa ptialin menyumbang sekitar 30 persen dari total hidrolisis karbohidrat oleh tubuh.

Ptialin memecah karbohidrat menjadi bentuk sederahana maltose.

Maltose kemudian dipecah lagi di dalam lambung untuk menghasilkan energi dalam bentuk ATP atau glikogen.

Sehingga tanpa kerja ptialin, tubuh akan kesulitan menyerap nutrisi dan mengubahnya menjadi energi.

Dilansir dari Healthfully, ptialin adalah enzim tubuh yang paling efisien untuk memecah pati dalam jangka waktu yang cepat.

Inilah mengapa manusia disarankan untuk mengunyah makanan hingga lembut sebelum menelannya. Karena proses mengunyah mempercepat kerja ptialin.

2. Indikator penyakit

Menurut Nagler RM dalam Ionizing Irradiation and the Salivary Gland Sequelae Biomed (1998) amilasi saliva (ptialin) merupakan indikator yang baik dari fungsi kelenjar ludah dan kesehatan umum individu.

Sehingga ptialin dalam air liur dapat digunakan untuk diagnosis penyakit termasuk tumor dan kanker.

Kadar ptialin yang diproduksi kelenjar ludah cenderung bertambah ketika tubuh terserang sel kanker.

Hal tersebut dipercaya sebagai respon kekebalan tubuh. Lalu ketika tubuh menjalani terapi kanker,

jumlah ptialin menurun dikarenakan kelenjar ludah yang sangat sensitif terhadap unsur radioaktif.

Selain mendeteksi kanker, kenaikan enzim ptialin juga mengindikasikan gangguan pada pankreas.

Kadar enzim ptialin cenderung tinggi ketika organ pankreas mengalami kerusakan.

3. Indikator stress

Enzim ptialin yang dinamakan amilase saliva merupakan indikator stressnya seseorang.

Noriyasu Takai dan kawan-kawan dalam Effect of Psychological Stress on the Salivary Cortisol and Amylase Levels in Healthy Young Adults (2004) menyebutkan bahwa stress psikologis secara signifikan meningkatkan kadar amilasi sativa dengan cepat.

Ketika tubuh megalami stress, gangguan kecemasan, panik, maupun ketakutan, tubuh akan membuat lebih banyak enzim ptialin sebagai respon hormonal terhadap tekanan tersebut.

Jika enzim ptalin merupakan bagian dari enzim amilase yang berfungsi mengubah karbohidrat menjadi glukosa energi, berikut enzim lainnya yang berpengaruh dalam proses pencernaan manusia:

1. Enzim Pepsin

Enzim pepsin terdapat di dalam lambung yang bekerja sama dengan asam lambung untuk mengolah makanan. 

Enzim pepsin berfungsi untuk mengubah atau memecah protein menjadi asam amino. 

Di lambung, makanan akan dicerna dengan bantuan asam lambung untuk membasmi kuman dan virus sehingga tidak menimbulkan infeksi. 

2. Enzim Renin

Enzim renin masih terdapat di dalam lambung dan membantu proses pencernaan manusia. 

Fungsi enzim renin adalah mengendapkan protein kasein yang terdapat di dalam susu. 

Setelah mengalami proses pencernaan di lambung, selanjutnya makanan akan diubah menjadi bubur usus yang akan masuk ke dalam usus dua belas jari. 

3. Enzim Lipase

Enzim lipase terdapat pada proses pencernaan makanan selanjutnya yang terjadi di pankreas.

Enzim lipase memiliki tugas untuk memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. 

Asam lemak dan gliserol yang diserap oleh vili usus halus ini akan dibawa pembuluh getah bening menuju hati, dan disimpan dalam jaringan lemak.

4. Enzim Tripsin

Enzim ini diproduksi oleh pankreas dan berfungsi untuk mencerna protein menjadi polipeptida dan asam amino. 

Asam amino ini akan diserap oleh vili usus halus ini dan dibawa menuju hati untuk diedarkan ke seluruh tubuh. 

Setelah mengalami proses penyerapan di usus halus, zat-zat sisa makanan akan masuk ke usus besar. 

Di dalam usus besar ini terdapat bakteri Escherichia coli yang membantu membusukkan sisa makanan untuk dikeluarkan dari dalam tubuh.  (*)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved