Berita Kesehatan

Jangan Takut Makan Enak saat Lebaran. Pakar Gizi Bagikan Tips Menikmati Hidangan, Kolesterol Terjaga

Pakar Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Brawijaya (FIKES-UB) Leny Budhi Harti, mengingatkan pentingnya menjaga pola hidup sehat saat Idul Fitri

Editor: muslimah
ist
Menu lebaran 

TRIBUNJATENG.COM - Lebaran menjadi ajang bersilaturahmi dengan keluarga, kerabat, teman, dan tetangga.

Tentu kebijakan pemerintah tahun ini yang memperbolehkan mudik, menjadi kabar baik bagi masyarakat.

Salah satu hal yang menjadi tradisi di kala mudik lebaran adalah berkunjung ke rumah keluarga ataupun tetangga untuk bersilaturahmi sekaligus mencicipi hidangan yang telah disajikan.

Hidangan lebaran identik dengan makanan yang mengandung lemak, karbohidrat, kolesterol, dan gula tinggi, seperti ketupat, opor ayam, rendang, berbagai jenis kue kering, dan es buah.

Baca juga: Baru Keluar Penjara Belum Sampai Rumah, Pria Blitar Curi Motor di Pasar hingga Dihajar Warga

Baca juga: Ayah Hilang Tercebur ke Laut saat Satu Keluarga Nekat Mudik Naik Sampan dari Bali ke Banyuwangi

Pakar Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Brawijaya (FIKES-UB) Leny Budhi Harti, mengingatkan pentingnya menjaga pola hidup sehat saat Idul Fitri 1443 Hijriah.

“Untuk menjaga pola makan sehat saat lebaran diperlukan beberapa cara agar tetap menerapkan pola makan seimbang seperti pengendalian diri, menerapkan porsi makan piringku, meningkatkan makanan berbahan sayuran, menghidangkan minuman rendah gula seperti sop buah dan infused water,” dilansir dari laman UB.

Leny menjelaskan hal yang pertama kali dilakukan saat lebaran adalah pengendalian diri pada saat lebaran.

Pengendalian diri sangat diperlukan agar tidak balas dendam setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan.

Kalau tidak mengendalikan diri, semua makanan pasti akan dimakan.

Apabila tidak ada pengendalian diri bisa menyebabkan berat badan naik Hal Kedua yang harus dilakukan adalah menerapkan porsi makan sesuai konsep “isi piringku”.

Porsi makanan isi piringku telah dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI.

Secara konsep, porsi yang diberikan sesuai dengan umur, sesuai dengan kebutuhan masing-masing golongan umur.

“Semisal untuk orang dewasa piring bundar berisikan nasi, lauk, sayur, dan buah. Dengan posisi, di sisi kiri nasi dan lauk, sedangkan sisi kanan ada sayur dan buah,”katanya.

Lebih lanjut, porsi nasi lebih banyak daripada lauk, sedangkan porsi sayur sama besarnya dengan nasi, serta porsi buah sama besarnya dengan lauk.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved