Berita Viral
Viral Warga Klaten Meninggal Usai Tak Diberi Ijin Pinjam Ambulans Puskesmas, Ini Kata Dinas Setempat
Pasalnya, warga kesal karena tidak diberi ijin meminjam ambulans saat akan membawa pasien dalam kondisi kritis hingga berakhir meninggal.
Penulis: Adelia Sari | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG.COM - Video warga Klaten menggeruduk sebuah puskesmas viral di media sosial.
Pasalnya, warga kesal karena tidak diberi ijin meminjam ambulans saat akan membawa pasien dalam kondisi kritis hingga berakhir meninggal.
Video itu viral usai diunggah oleh sejumlah akun media sosial, di antaranya Instagram @andreli_48 pada Minggu (1/5/2022).
Dalam video itu terlihat puluhan warga yang datang menggeruduk puskesmas.
Terdapat satu pria yang mengutarakan kekesalannya kepada petugas wanita selaku penganngungjawab Puskesmas.
Sedangkan di belakang petugas wanita itu juga ada dua petugas wanita lain.
"Pinjam ora di nggo piknik (pinjam bukan untuk piknik).Pinjam nggo nyelamatkan warga kami," ucap pria itu.
"Betul pak betul," teriak warga kompak.
"ora ntok iku kepiye. Perlu diingat, ambulans itu dibeli pake duit rakyat, bukan gaji ibu atau pak kapus,"
"Pegawai puskesmas ki jane opo tho visi misine," teriak warga lain.
Namun petugas wanita itu hanya diam saja.
Petugas itu lalu menjelaskan prosedur peminjaman ambulans di puskesmas dengan suara bergetar.
"Semenjak pandemi mobil kita siapkan untuk warga yang meminjam, prosedurnya meninggalkan KTP peminjam untuk dicatat," ucap wanita itu.
Pria yang menjadi juru bicara warga itu lalu menanyai petugas wanita lain yang melarang warga meminjam.
"Apa yang disampaikan bu kemi betul tidak? tapi kok tadi menyampaikan ke saya kok nggk diijinkan bu kemi pak kapus," ucap pria itu lagi.
Lalu petugas wanita yang ditanya itu mengiyakan.
Dari keterangan pengunggah, insiden itu terjadi di Puskesmas Jabung, Kecamatan Gantiwarno, Klaten Jawa Tengah.
Dilansir dari sejumlah sumber, Insiden itu terjadi pada Jumat (29/4/2022).
Awalnya ada seorang warga bernama Danang Eko (47) yang mendadak jatuh dan pinsan seusai bermain bulu tangkis di Gedung Serbaguna Desa Jabung.
Warga lalu berinisiatif ke puskesmas meminjam ambulans.
Karena di dalam ambulans juga ada tabung oksigen.
Namun mereka ditolak oleh petugas jaga pukesmas.
Lalu warga itu meminta ketua RT , Unung Setiawan untuk meminjam ambulans.
Namun ia juga ditolak dengan alasan prosedurnya tidak bisa.
Padahal saat itu ada dua ambulans yang terparkir di depan Puskesmas.
Pihak puskesmas sendiri meminta warga untuk membawa pasien ke puskesmas lebih dahulu.
Namun karena tidak ada mobil, warga tidak bisa membawa pasien.
Beruntung ada anak mantri setempat yang datang ke lokasi dan membawa Danang dengan mobil pribadi.
Danang lalu dibawa ke RSJD Dr RM Soedjarwadi Klaten.
Namun sayang, korban tidak tertolong.
Warga yang emosi lalu menggeruduk puskesma pada Sabtu dini hari.
Usai insiden ini viral, Kepada Dinas Kesehatan Klaten, dr Cahyono Widodo pun telah mengambil tindakan.
Cahyono mengatakan jika saat petugas yang jaga wanita semua dan ada pasien yang harus ditangani.
Sopir ambulans pun sedang tidak piket di lokasi.
Cahyono menambahkan jika ada diadakan pembinaan kepada petugas Puskesmas Gantiwarno agar hal ini tak terulang lagi.
"Nanti akan kita lakukan pembinaan terhadap yang bersangkutan," tegas Cahyono.
"Untuk masyarakat yang akan menggunakan mobil ambulans tersebut, harus mendapatkan rujukan terlebih dahulu agar mendapatkan layanan," lanjut Cahyono. (*)