Berita Batang

Tradisi Lomba Dayung Kembali Digelar, Bupati Wihaji: Uri-uri Budaya dan Bangkitkan Ekonomi

Hari terakhir kedua lebaran, masyarakat Kab Batang disuguhkan dengan tradisi  lomba  dayung.

Penulis: dina indriani | Editor: sujarwo
TribunJateng.com/Dina Indriani
Ilustrasi. Kemeriahan lomba dayung tradisional di Alur Sungai Sambong, Desa Klidanglor, Batang pada tahun 2019. 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Hari terakhir kedua lebaran, masyarakat Kabupaten Batang disuguhkan dengan tradisi  lomba  dayung tradisional yang digelar di sepadan sungai Sambong, Desa Klidanglor, Kecamatan Batang, Selasa (3/5/2022).

Tradisi yang digelar setiap tahunnya yang sempat tidak digelar selama dua tahun itu mendapat antusias yang cukup tinggi dari masyarakat.

Hal itu terlihat dari penonton mulai dari anak ke

Bupati Batang, Wihaji saat diwawancara, Kamis (17/3/2022).
Bupati Batang, Wihaji saat diwawancara, Kamis (17/3/2022). (Tribun Jateng/Dina Indriani)

cil hingga dewasa, berbondong-bondong menyaksikan perlombaan dayung ini.

Mereka pun tampak duduk-duduk di tepi kali tak sedikit pula yang menyaksikan dari jembatan. 

Tidak hanya itu, para pedagang makanan hingga mainan anak telah memenuhi sepanjang jalan menuju sungai Klidanglor.

Bupati Batang Wihaji mengatakan lomba balap dayung perahu itu sendiri merupakan tradisi turun temurun setiap Hari Raya Idul Fitri.

"Karena pandemi Covid-19 sempat dihentikan selama dua tahun, tahun ini atas inisiatif Presiden untuk kelonggaran maka saya inisiasi kembali, karena masyarakat sudah rindu dengan tradisi ini akhirnya saya putuskan untuk boleh digelar yang penting Prokes," tuturnya di sela-sela kegiatan lomba dayung.

Lebih lanjut, dikatakannya digelarnya lonba dayung ini juga untuk uri-uri budaya dan membangkitkan ekonomi di masa pandemi ini.

"Ini semangatnya untuk uri-uri budaya karena memang sudah menjadi tradisi warga sejak puluhan tahun lalu, tidak hanya itu dari kegiatan ini juga diharapkan bisa membangkitkan ekonomi, bisa dilihat banyak pedagang yang mengais rezeki," ujarnya.

Ketua Panitia, Iman Rozikin mengatakan  peserta yang mendaftar untuk bisa mengikuti perlombaan ini pun membludak namun karena masih dalam suasana pandemi peserta dibatasi 300 orang.

"Memang ini menjadi momentum yang dinantikan, pesertanya pun kita batasi sebenarnya di 200 saja, tpi membludak yang daftar 400an, akhirnya kita ambil tengah di 300an peserta, dan biasanya kita buka untuk luar daerah tapi karena masih suasana pandemi tahun ini hanya lokal Batang saja," terangnya.

Dalam perlombaan ini, para peserta telah membentuk tim dayung yang akan dilombakan setiap sesi dua dayung untuk adu kecepatan dengan jarak 300 meter.

Perlombaan akan digelar selama lima hari, mulai dari 3 Mei hingga 7 Mei mendatang.

"Hadiahnya ada tropi piagam dan uang tunai total 60 Juta," pungkasnya. (*) 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved