Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Tangani Pasca Kebakaran, Dinas Perdagangan Segera Siapkan Desain Renovasi Pasar Manyaran

Dinas Perdagangan Kota Semarang akan segera menyiapkan desain pembangunan Pasar Manyaran

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: muslimah

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Perdagangan Kota Semarang akan segera menyiapkan desain pembangunan Pasar Manyaran.

Renovasi Pasar Manyaran ini sebagai solusi penanganan pasca terjadinya kebakaran pada Senin (9/5/2022) malam lalu.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Nurkholis mengatakan, Pasar Manyaran terdiri dari 60 los. Sebanyak 24 los diantaranya terbakar pada Senin malam pukul 19.45.

Kerugian pemerintah atas terjadinya kebakaran tersebut sebesar Rp 450 juta untuk bangunannya.

Sedangkan, kerugian yang dialami pedagang sebesar Rp 122 juta meliputi dagangan, gerobak, motor, dan mobil.

Rencananya, Dinas Perdagangan akan melakukan renovasi secara total mengingat Pasar Manyaran sudah banyak mengalami kerusakan. Sehingga, nantinya tidak hanya los yang terbakar saja namun seluruhnya akan diperbaiki.

"Tadi Pak Wali sudah ke lapangan, sudah memberi arahan. Dinas perdagangan diminta untuk menyiapkan desain. Tentunya, kami sesuaikan dengan keterangan rencana kota (KRK) disana," terang Nurkholis, Selasa (10/5/2022).

Pihaknya akan mengusulkan renovasi pembangunan Pasar Manyaran pada anggaran perubahan. Jika belum bisa masuk dalam anggaran perubahan, pembangunan akan dimasukan pada APDB 2023. Hanya saja, kajian atau detail engineering desain (DED) harus disiapkan sejak dini.

Menurutnya, lahan Pasar Manyaran memiliki kontur tanah yang menurun. Sehingga rencananya akan dibuat dua lantai.

Lantai bawah untuk parkir agar aktivitas perdagangan bisa leluasa.

Sementara, lapak sementara bagi pedagang korban kebakaran akan dilakukan evaluasi.

Pasalnya, jika dibangun secara keseluruhan perlu tempat relokasi bagi seluruh pedagang.

Pihaknya juga akan melakukan pendataan pedagang korban kebakaran untuk memastikan mereka mengantongi surat izin dasaran.

"Nanti kami sampaikan kepada pedagang apakah menunggu sekaligis pembangunan secara keseluruhan atau yang terjadi kebakaran dibangun lapak sementara, tapi kalau disana ada pembangunan harus pindah semua. Dari pada kerja dua kali, ini kami jajaki terlebihdahulu," terangnya.

Mengantisipasi kembali terjadi kebakaran di pasar trandisional, Nurkholis meminta ada kerjasama yang baik antara dinas dan pedagang dalam pengelolaan pasar.

Selama ini, pihaknya terus memberikan imbauan kepada para pedagang.

Apar pun sudah tersedia di pasar tradisional. Dia juga meminta agar pasar tidak dijadikan sebagai tempat tinggal. Pasar hanya digunakan untuk transaksi jual beli.

"Peringatan sudah kami lakukan. Pasar notabennya tempat untuk jual beli atau bertransaksi. Kalau untuk tempat tinggal tidak diperkenankan," tandasnya. (eyf)

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved