Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Fokus

Fokus: Lancar Mudik Lancar Balik

Kebijakan pemerintah memperbolehkan mudik disambut dengan euforia, terutama di ibukota sekitarnya.

Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: m nur huda
tribunjateng/cetak/grafis bram kusuma
Abduh Imanulhaq atau Aim wartawan Tribun Jateng 

Tajuk Ditulis Oleh Jurnalis Tribun Jateng, Abduh Imanulhaq

TRIBUNJATENG.COM - HARI raya Idul Fitri telah terlewati, libur Lebaran juga sudah usai. Jutaan pemudik sudah meninggalkan kampung halaman, kembali ke rutinitas sehari-hari.

Kebijakan pemerintah memperbolehkan mudik disambut dengan euforia, terutama di ibukota sekitarnya. Tercatat jumlah kendaraan yang meninggalkan Jabotabek melalui tol mencapai 1,7 juta unit mulai H-10 hingga H-1 Lebaran atau 22 April-1 Mei.

Jumlah ini mencatatkan rekor karena naik 9,5 persen dibandingkan Lebaran 2019 sebelum pandemi. Kendaraan yang menuju timur via Tol Trans Jawa mencapai 53,8 persen dari total pemudik, sisanya menuju arah Merak dan Puncak.

Saat arus balik, jumlah kendaraan menuju Jabotabek lewat tol juga mencapai rekor tertinggi dalam satu hari. Pada hari Sabtu, 7 Mei, mencapai 170.078 unit mengalahkan rekor tertinggi sebelum pandemi pada Lebaran 2019 sebanyak 164.444 kendaraan.

Bisa dipahami jika warga berbondong-bondong mudik karena dua tahun selama pandemi dilarang. Menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi publik demi berjumpa orangtua, keluarga, dan tetangga.

Meski lonjakan volume di tol luar biasa, kondisi lalu lintas dapat dikendalikan baik. Tahun ini dengan perencanaan lebih matang, kepadatan relatif tertangani cepat dibandingkan sebelum pandemi.

Kesuksesan Operasi Ketupat 2022 merupakan cermin sinergisitas yang baik akan menghasilkan pencapaian yang baik. Kemacetan panjang yang biasa terjadi pada masa mudik dan balik Lebaran tak terjadi berkat koordinasi apik seluruh pemangku kepentingan.

Acungan jempol layak kita berikan kepada kepolisian yang menjadi ujung tombak operasi pengamanan arus lalu lintas dalam kerepotan itu. Apresiasi kita haturkan pula kepada semua instansi terkait, terutama pengelola tol.

Pelajaran penting dari keberhasilan Operasi Ketupat adalah segala sesuatu yang dipersiapkan matang akan mampu memenuhi harapan. Sesuai ungkapan bahwa hasil takkan mengkhianati proses.

Jauh-jauh hari, rencana penerapan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah atau one way, contraflow, dan ramp metering sudah dipublikasikan. Rekayasa ini diberlakukan di ruas jalan tol tertentu dari arah Jakarta ke perbatasan Jawa Tengah dan sebaliknya.

Kebijakan lain yang turut membantu kelancaran mudik dan balik adalah durasi libur Lebaran atau cuti nasional yang panjang. Dengan demikian tidak terjadi penumpukan superpadat dalam satu hari yang sulit diurai.

Kelancaran arus kendaraan terang bukan satu-satunya ukuran kesuksesan pengelolaan perpindahan orang dalam jumlah banyak ini. Satu yang tak kalah penting adalah meminimalkan angka kecelakaan lalu lintas.

Dari sisi jumlah, pada periode 25 April-5 Mei tercatat ada 4.107 kecelakaan lalu lintas dengan 568 korban meninggal dunia. Pada periode yang sama di tahun 2019 terdata 4.083 kecelakaan lalu lintas dengan 824 orang meninggal.

Kita berharap keberhasilan ini bisa berlanjut di tahun-tahun berikutnya. Terutama dengan makin sedikitnya jumlah kecelakaan dan korban, kemudian arus mudik dan balik semakin lancar. (*)

 

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved