Berita Demak

Harga Ayam dan Telur Cenderung Stabil di Demak

Ayam dan telur selalu menjadi bahan olahan primadona pada momentum lebaran.

Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Rezanda Akbar D
Ilustrasi. Penjual daging di pasar. 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Ayam dan telur selalu menjadi bahan olahan primadona pada momentum lebaran maupun saat syawal.

Olahan ayam dan telur biasa dijadikan masakan opor. Maupun sambal goreng, sebagai pelengkap yang biasanya menggunakan jeroan ayam.

Untuk telurnya biasa diolah menjadi telur bacem dengan warna coklat untuk disantap bersamaan dengan opor.

Biasanya, saat lebaran maupun usai lebaran harga ayam dan telur melambung tinggi.

Di Kabupaten Demak, harga ayam dan telurnya cenderung stabil.

Malahan, tidak sedikit bahan-bahan tersebut turun harga.

Pantauan bahan tersebut dilakukan di Pasar Bintoro, Demak,  Rabu (11/5/2022).

Salah satu pedagang ayam dan telur Sundari mengungkapkan bahwa kali ini harga ayam dan telur terbilang stabil.

Pasalnya, kondisi pasar usai lebaran dinilai sepi.

"Lebaran tahun ini sepi, biasanya sebelum lebaran, kemudian lebaran sampai nanti 15 syawal itu harganya naik terus tahun ini stabil," urainya.

Untuk harga telur ada kenaikan sebesar Rp 2ribu.

"Kalau harga telur naik jadi 28ribu perkilo sebelumnya diharga Rp25-26ribu," ungkapnya.

Selain itu, untuk harga daging ayam ras turun harga menjadi Rp36 ribu setelah sebelumnya mencapai Rp 40 ribu.

"Kalau daging ayam merah Rp75-80ribu sekarang 60ribu terus daging ayam pejantan 55-50ribu sekarang 45-48ribu perkilogram," urainya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved