Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

442 Pemudik Kembali ke Kalteng Lewat Pelabuhan Kendal

Sebanyak 442 pemudik dari berbagai daerah kembali ke Kumai, Kalimantan Tengah dengan mengendarai KMP Kalibodri pada, Jumat (13/5/2022).

Penulis: Saiful Ma sum | Editor: Daniel Ari Purnomo
istimewa
442 penumpang berlayar menaiki KMP Kalibodri di Pelabuhan Kendal menuju Kumai, Kalimantan Tengah, Jumat (13/5/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Arus balik Lebaran melalui Pelabuhan Kendal belum usai.

Sebanyak 442 pemudik dari berbagai daerah kembali ke Kumai, Kalimantan Tengah dengan mengendarai KMP Kalibodri pada, Jumat (13/5/2022).

Jumlah ini meningkat drastis dibanding dua angkatan arus balik yang hanya mengangkut segelintir orang saja.

Bahkan, ratusan penumpang harus rela menunggu sejak pagi hingga berjam-jam lantaran terjadi penundaan keberangkatan kapal. 

KMP Kalibodri baru diberangkatkan menunju Pelabuhan Kumai, Kalimantan Tengah pada sore hari selepas waktu Asyar.

Kepala UPTD Pelabuhan Kendal, Andi Rahmat mengatakan, lonjakan arus balik di Pelabuhan Kendal baru terjadi pada keberangkatan kapal pekan ini.

Pihaknya memprediksi, jumlah penumpang masih tinggi pada keberangkatan selanjutnya.

Mengingat, ada 1.731 pemudik yang tercatat turun di Pelabuhan Kendal pada momen mudik Lebaran tahun ini.

Sementara warga yang sudah kembali ke Kumai baru sebagian kecilnya saja 

"Ada 442 penumpang yang naik kapal kembali ke Kumai. Kapal juga mengangkut belasan kendaraan berat seperti truk, trailer dan alat berat lainnya," terangnya.

Seorang penumpang asal Wonosobo, Junaidi bersama keluarga memilih kembali ke Kalimantan Tengah jauh-jauh hari dari padatnya arus mudik.

Dia berangkat dari rumah pukul 02.00 WIB dini hari agar bisa mendapatkan tiket kapal. 

Dengan harapan, tidak kehabisan tiket agar segera sampai ke Kumai.

"Tadi menunggu juga karena keberangkatan kapal ditunda. Enggak apa-apa, yang penting dapat tiket bisa berlayar," ujarnya.

Mayoritas penumpang memilih balik ke perantauan lebih lama karena sudah 2-3 tahun tidak bisa mudik.

Sehingga, mempunyai waktu lebih banyak bersama keluarga dan sanak saudara di kampung halaman. (Sam) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved