Bulog Siap Distribusikan Minyak Goreng Curah

Bulog telah menyiapkan sejumlah persiapan pendistribusian minyak goreng curah, mulai dari skema pendistribusian hingga pendanaan.

Editor: Vito
ISTIMEWA
Dirut Perum Bulog, Budi Waseso atau Buwas 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waweso mengatakan, Bulog telah menyiapkan sejumlah persiapan pendistribusian minyak goreng curah, mulai dari skema pendistribusian hingga pendanaan.

Buwas, sapaannya, menyebut, skema distribusi yang disiapkan bulog ada dua, di antaranya menggunakan skema lewat bantuan yang diprogramkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos). Selanjutnya, Bulog sebagai distributor murni ke pasar untuk kegiatan komersil.

“Prinsipnya, Bulog tidak akan melakukan sendiri. Untuk Kemensos datanya sudah ada di PT Pos Indonesia, sedangkan yang untuk pasar akan dibantu BGR Logistikk, karena mereka punya jaringan dan sistem ke pasar,” katanya, kepada awak media, di Kantor Bulog, Selasa (10/5).

Selanjutnya, Buwas menuturkan, skema pendanaan juga telah disiapkan. Dana itu berasal dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Dalam skema pendanaannya, Bulog akan diberi kucuran dana 80 persen oleh BPDPKS terlebih dahulu, dan 20 persennya akan diberikan kepada Bulog setelah pendistribusian minyak curah dan audit selesai.

“Untuk berapa jumlahnya masih belum tahu, karena ini masih dikoordinasikan oleh pemerintah, dan apakah nanti skema pendanaannya berubah ini juga belum tahu,” ucapnya.

Selain itu, dalam pendistribusiannya, Buwas menyatakan, Bulog juga telah mengantisipasi jika ada yang rembes.

Dalam hal ini, Bulog mengusulkan untuk membuat kemasan sederhana minyak goreng curah yang disubsidi.

Ia menjelaskan, kemasan itu nantinya akan diberi tanda subsidi agar beda. Dengan begitu, tidak akan ada lagi kasus minyak goreng yang dikemas kembali oleh produsen nakal.

“Untuk kemasannya seperti apa? Mungkin prinsipnya seperti gas elpiji yang subsidi, itu kan berbeda dengan yang non-subsidi. Selain itu, tidak akan dikemas kembali, karena kalau polosan orang bisa membeli dalam jumlah banyak dan dikemas kembali,” tuturnya.

Meski skema yang dirancang oleh Bulog sudah siap, Buwas mengungkapkan, pihaknya masih menunggu regulasi dari pemerintah.

Menurutnya, penugasan distribusi minyak goreng adalah hal yang baru, sehingga perlu ada regulasi yang hingga kini masih dibahas.

“Tapi saya yakin, begitu ini diputuskan, pasti minyak goreng bisa Rp 14 ribu. Kenapa? Karena sekarang kan juga nggak bisa ekspor, dan bahan baku minyak goreng juga nggak pernah kurang. Ya semoga pembahasan cepat selesai, dan kami bisa langsung bisa distribusi,” tandasnya. (Kontan.co.id/Lailatul Anisah)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved