Guru Berkarya

Cara Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa

Anak–anak sekarang cenderung malas untuk belajar dan memilih untuk melakukan aktifitas lain yang menurut mereka lebih menarik.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Susilowati SPd, Guru SD Negeri 3 Jambon Kec Pulokulon 

Oleh: Susilowati SPd, Guru SDN 3 Jambon Kec Pulokulon 

BELAJAR memang termasuk salah satu hal yang penting, apalagi bagi anak-anak. Anak–anak sekarang cenderung malas untuk belajar dan memilih untuk melakukan aktifitas lain yang menurut mereka lebih menarik.

Anak yang malas belajar tentu memiliki alasan yang berbeda–beda. Ada yang merasa lelah terhadap pelajaran karena nilainya anjlok terus. Ada yang tidak memiliki semangat untuk belajar dan ada pula yang susah untuk berkonsentrasi ketika disuruh belajar. Usia anak memang rentan terhadap hal-hal baru seperti lingkungan dan pergaulan baru. Hal ini juga menjadi salah satu faktor mengapa anak banyak yang malas untuk belajar.

Sebagai seorang guru tidak hanya berkewajiban memberikan ilmu pengetahuan kepada siswa. Tapi juga harus bisa menjadi motivator belajar untuk siswa. Terlebih di masa pandemi seperti ini, siswa tentunya membutuhkan penyemangat belajar selain dari orang tuanya di rumah. Dengan berubahnya kegiatan belajar yang tadinya dilaksanakan dengan tatap muka lalu berubah menjadi daring menjadi tantangan tersendiri bagi para guru.

Oleh karena itu, guru harus bisa mengembangkan cara meningkatkan motivasi belajar pada anak. Guru menjadi pioner dalam proses kegaiatan belajar mengajar. Oleh karena itu, sebagai seorang guru harus secara sadar diri terus melakukan peningkatan kualitasnya. Tidak hanya berbicara soal kualitas mengajar pada mata pelajaran yang diampu. Lebih dari itu, guru juga dituntut berkualitas dalam aspek psikologi anak.

Untuk membangun motivasi belajar siswa, seorang guru harus bisa memaksimalkan fasilitas belajar yang tersedia. Di saat masa PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) seperti ini, guru juga sangat dianjurkan menggunakan sarana dan prasarana penunjang kegiatan belajar yang bisa memotivasi siswa.

Motivasi akan tumbuh manakala anak merasa dihargai. Dalam pembelajaran, pujian dapat dimanfaatkan sebagai alat motivasi. Karena anak didik juga manusia maka dia juga senang dipuji. Karena pujian menimbulkan rasa puas dan senang.

Namun begitu, pujian harus sesuai dengan hasil kerja anak. Jangan memuji secara berlebihan karena akan terkesan dibuat-buat. Pujian yang baik adalah pujian yang keluar dari hati seorang guru secara wajar dengan maksud untuk memberikan penghargaan kepada anak atas jerih payahnya dalam belajar.

Guru harus mampu menyajikan informasi dengan menarik dan asing bagi anak. Sesuatu informasi yang disampaikan dengan tehnik yang baru dengan kemasan yang bagus didukung oleh alat-alat berupa sarana atau media yang belum pernah dikenal oleh anak sebelumnya sehingga menarik perhatian bagi mereka untuk belajar

Media belajar yang menarik dan kreatif bisa menjadi daya tarik anak untuk belajar. Dengan media yang demikian itu, fokus siswa dalam belajar bisa ditingkatkan. Ada pun media belajar yang bisa menjadi alternatif untuk menunjang kegiatan belajar anak bisa berupa video belajar beranimasi

Sebagai seorang guru, memang harus pandai dalam memilih metode belajar yang tepat. Pemilihan metode belajar ini bisa menjadi tolok ukur apakah anak merasa jenuh dalam kegiatan belajarnya atau bahkan merasa antusias dengan metode yang  diterapkan guru. Guru bisa menerapkan metode belajar diskusi melalui aplikasi belajar  atau membagi siswa dalam beberapa kelompok guna memudahkan anak dalam memahami materi. (*) 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved