Industri Pariwisata Kembali Bergeliat, Kesempatan Agen Travel Tawarkan Open Trip

Usaha biro perjalanan wisata di Jawa Tengah kembali bergeliat setelah lebih dari dua tahun mengalami keterpurukan akibat pandemi Covid-19.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Reza Gustav
Satu di antara destinasi wisata di Kabupaten Semarang, Dusun Semilir, dipadati wisatawan, Minggu (15/5/2022) sore. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Usaha biro perjalanan wisata di Jawa Tengah kembali bergeliat setelah lebih dari dua tahun mengalami keterpurukan akibat pandemi Covid-19.

Ketua DPD Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Jawa Tengah Alex Gunarto mengatakan, kondisi usaha biro perjalanan di Jawa Tengah saat ini sudah hampir 100 persen berjalan normal seperti saat sebelum pandemi menerpa.

"Secara presentase mendekati normal, sekitar 95 persen. Namun segi praktiknya sudah normal. Khususnya untuk Asita Jateng, teman-teman sudah siap," kata Alex saat dihubungi tribunjateng.com, Selasa (17/5/2022).

Alex melanjutkan, membaiknya kondisi biro perjalanan wisata berlangsung seiring dengan kebijakan pemerintah dalam memberikan kelonggaran.

Di antaranya yakni terkait diizinkannya mudik lebaran tahun ini serta tes PCR ataupun swab antigen yang tak lagi menjadi syarat perjalanan bagi masyarakt yang sudah melakukan vaksinasi booster.

Menurut Alex, kebijakan ini telah menarik banyak orang khususnya di Jawa Tengah untuk melakukan wisata.

"Secara keseluruhan memang pasca regulasi ini diperlonggar, dengan capaian vaksinasi yang sudah merata khususnya pelaku pariwisata, pergerakan bisnis pariwisata memang sedang bergerak.

Artinya teman-teman sudah starting 'memulai' untuk berwisata dan keyakinan itu tumbuhnya dari customer atau masyarakat umum bahwa regulasi ini sudah diperlonggar sehingga semua destinasi yang ada di Jateng khususnya, sudah normal seperti biasanya dengan penerapan Prokes," ungkap Alex.

Hanya, kata Alex, belum sepenuhnya segmen perjalanan telah dijangkau.

Ia mengatakan, saat ini customer perjalanan masih pada segmen pemerintahan dan swasta.

Sementara pelajar masih dalam penyesuaian.

"Goverment, corporate, semua sudah normal. Hanya student yang ada pembatasan seperti SMP yang negeri. Kalau swasta kemungkinan besar tinggal penyesuaian," terangnya.

Sementara itu, ia menyebutkan, Asita Jawa Tengah telah siap mendukung peningkatan perekonomian di Jawa Tengah melalui sektor pariwisata tersebut.

Apabila melihat tren yang ada, kata dia, saat-saat seperti sekarang ini merupakan momentum untuk menggeliatkan industri pariwisata.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved