Berita Blora

Kagumi Kampung Samin, Rektor UIN Walisongo: Memiliki Etnik Kekhasan dan Karakter Indonesia

Rektor UIN Walisongo Prof Imam Taufiq mengagumi kampung Samin di Sambongrejo.

Penulis: ahmad mustakim | Editor: sujarwo
Dok. Humas Setda Blora
Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Prof Imam Taufiq mendapat kehormatan dengan dipakaikan iket samin oleh sesepuh Samin Mbah Pramugi. 

TRIBUNMURIA.COM, BLORA – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Prof Imam Taufiq mengagumi kampung Samin yang ada di Sambongrejo, Kecamatan Sambong Blora.

Rombongan Rektor UIN Waliso

Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Prof Imam Taufiq mendapat kehormatan dengan dipakaikan iket samin oleh sesepuh Samin Mbah Pramugi.
Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Prof Imam Taufiq mendapat kehormatan dengan dipakaikan iket samin oleh sesepuh Samin Mbah Pramugi. (Dok. Humas Setda Blora)

ngo Semarang itu, oleh Bupati  Blora, Arief Rohman diajak keliling melihat keasrian kampung samin yang hingga saat ini masih dijaga.

Menurutnya, kampung samin ini merupakan tempat yang membawa inspirasi, membawa penguatan daerah yang memiliki etnik kekhasan kekuatan dan karakter Indonesia.
 
"Dan salah satunya Blora ini yang menginspirasi, kita belajar dari kampung samin, disini sangat komplek, dari nilai-nilai samin ini sejalan dengan Walisongo yang dakwahnya menggunakan cara santun dan damai, seperti hanya samin mengajarkan ketentreman rukun,rahayu," ucapnya, Rabu (18/5/2022). 

"Atas nama UIN Walisongo Semarang kami mengapresiasi pada seduluran Sikep dan Pemkab Blora, yang telah mengajak kami untuk melihat keasrian kampung Samin ini, " ungkapnya. 

Ia menyatakan, keasrian yang ada di kampung Samin Sambongrejo harus dibangun dengan modernitas, namun dalam membangunnya tidak harus mengikis nilai-nilai tradisi yang sudah ada.
 
“Kampung Samin harus dibangun, terlebih disini (Kampung Samin) dengan kaitannya transportasi dan komunikasi," ujarnya. 

Dikatakannya, kekhasan yang lain, seperti menggali sedulur sikep yang ada 6-7 tempat. 

"Ini khas sekali, ini menjadi karakter Indonesia, yang mampu memberikan nilai gemah ripah lohjinawi, samin harus menjadi wajah, motor penggerak, tidak hanya seringkali menjadi nilai-nilai minor tapi dari samin kira belajar nilai karakter," imbuhnya.
 
Sementara itu, Bupati Blora Arief Rohman mengucapkan terimakasih atas kerawuhannya rektor dan rombongan ke Blora, terlebih kersa berkunjung di Kampung Samin.
 
"Kami harap dari samin ini menginspirasi untuk Indonesia, oleh karena itu kami mohon bimbingannya, dan kami harap ada penelitian disini yang nanti bisa mengangkat/ menggali nilai-nilai leluhurnya," tuturnya.

Ia berharap nantinya ada penelitian yang bisa dibuat buku tentang ajaran samin mulai dari nilai luhur dan sebagainya.

"Untuk tema bisa kolaborasi, di Blora ini ada kurang lebih 7 lokasi kampung samin. UIN ini punya tim, dan ini bisa diangkat dan akan menjadi kekayaannya kita," harapnya.
 
Lanjut Arief, di sektor wisata, tentu akan menjadi daya tarik tersendiri, terlebih dari wisatawan kota kunjungan ke daerah yang disajikan menarik. 

"Jika ini nanti menjadikan daya tarik wisata tentu akan menggerakan sektor ekonomi daerah, dan perekonomian masyarakat Blora, " pungkasnya.
 
Adapun dalam kunjungan ke kampung Samin Sambongrejo itu, Rektor mendapat kehormatan dengan dipakaikan iket samin oleh sesepuh Samin Mbah Pramugi. (*)

Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Prof Imam Taufiq saat berkunjung di kampung Samin yang ada di Sambongrejo, Kecamatan Sambong Blora bersama Bupati Blora dan jajarannya.
Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Prof Imam Taufiq saat berkunjung di kampung Samin yang ada di Sambongrejo, Kecamatan Sambong Blora bersama Bupati Blora dan jajarannya. (Dok. Humas Setda Blora)
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved