Berita Ungaran

Kasus Hepatitis Akut di Kabupaten Semarang Belum Muncul, Dinas Kesehatan Sarankan Hal Ini

Dinkes menyampaikan saran bagi orangtua murid terkait pencegahan hepatitis akut.

Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: sujarwo
Kompas.com/Istimewa
Ilustrasi hepatitis akut pada anak, hepatitis misterius anak, gejala hepatitis akut pada anak, gejala hepatitis misterius anak. (Shutterstock/MIA Studio) 

TRIBUNJATENG.COM, KABUPATEN SEMARANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Semarang menyampaikan saran bagi orangtua murid atau anak sekolah terkait pencegahan penyekit hepatitis akut di Kabupaten Semarang.

Hal itu berkenaan dengan penyakit tersebut yang telah ditetapkan statusnya oleh pemerintah sebagai kejadian luar biasa (KLB) beberapa waktu lalu.

Dinkes mengantisipasi agar orangtua tidak merasa khawatir dan dapat melakukan pencegahan dengan benar.

Dari penuturan Kepala Dinkes Kabupaten Semarang, Dwi Syaiful Nur Hidayat, pada prinsipnya cara pencegahan penyakit itu mirip dengan Covid-19 atau virus corona.

“Pakai masker dan cuci tangan sebelum makan dan jangan saling pinjam alat makan,” ujarnya kepada Tribunjateng.com, Kamis (19/5/2022).

“Saat pergi ke sekolah sebaiknya anak-anak dibawakan bekal makanan dari rumah,” imbuhnya.
Ia menambahkan bahwa pihaknya tak melarang para siswa siswi untuk membeli makanan atau jajan di luar.

Meskipun demikian, menurutnya, para orangtua perlu memerhatikan kebersihan dari makanan jajanan tersebut.

Syaiful mengungkapkan, sampai saat ini tidak ditemukan adanya kasus hepatitis di Kabupaten Semarang.

“Kami sudah melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat melalui camat, lurah atau kepala desa hingga ketua RT. Selain itu sosialisasi juga dilakukan melalui puskesmas, puskesmas pembantu dan bidan desa tentang bahaya hepatitis," katanya.

Karena lingkungan menjadi satu di antara tempat yang paling berisiko penularannya, Syaiful akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora).

Kepala Disdikbudpora Kabupaten Semarang, Sukaton Purtomo Priyatmo saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa pihaknya akan mengeluarkan imbauan kepada para pimpinan sekolah.

Pimpinan sekolah yang dimaksud yakni kepala sekolah PAUD, TK, SD hingga SMP baik negeri maupun swasta untuk memaksimalkan fungsi kantin sekolah.

Ia berharap agar aktivitas makan dan minum para siswa terbatas hanya di dalam area sekolah saja, dalam hal ini kantin sekolahan.

"Kami berharap agar anak-anak tidak jajan di luar kantin sekolah. Diharapkan juga orangtuanya membawakan bekal makanan dari rumah," katanya, senada dengan Syaiful terkait bekal makanan. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved