Stikes Telogorejo Semarang

Mengenal Lebih Jauh Benigna Prostat Hipertropi BPH

Fungsi utama kelenjar prostat adalah menghasilkan semen, yaitu cairan yang membawa sperma yang dikeluarkan saat pria ejakulasi.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Ilustrasi Gejala BPH 

Oleh: Ns Danny Putri S MKep SpKepMB, Dosen D3 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang

Benigna Prostat Hipertropi (BPH) termasuk istilah kesehatan yang kurang familiar di masyarakat. Walau begitu, kondisi yang berkaitan dengan kelenjar prostat ini sebenarnya adalah hal yang umum dialami oleh para pria yang telah berusia 60 tahun ke atas. Untuk mengenal lebih jauh apa itu BPH dan bagaimana penanganannya, mari simak ulasannya berikut ini:

Apa Itu BPH dan Kelenjar Prostat

BPH merupakan kondisi dimana kelenjar prostat mengalami pembesaran yang mengganggu sistem urinaria dan sifatnya jinak. Kelenjar prostat adalah kelenjar yang berada di dalam panggul, tepatnya di bawah kandung kemih. Kelenjar yang hanya berukuran sebesar kacang kenari ini hanya dimiliki oleh pria dan memegang peran krusial dalam fungsi reproduksi pria.

Fungsi utama kelenjar prostat adalah menghasilkan semen, yaitu cairan yang membawa sperma yang dikeluarkan saat pria ejakulasi.

Cairan semen berfungsi untuk melindungi dan menutrisi sperma, serta membantu sperma untuk bergerak dengan efisien di dalam rahim wanita.
Tidak hanya itu, kelenjar prostat juga menutup saluran kemih saat pria ejakulasi, agar semen tidak masuk ke dalam kandung kemih. Prostat juga menunjang kinerja hormon testosteron yang merupakan hormon seks utama pria.

Gejala BPH

Gejala yang dirasakan pasien BPH berbeda-beda dipengaruhi oleh derajat keparahannya. Namun secara umum, gejalanya akan memburuk seiring berjalannya waktu.

Gejala utama dari kondisi BPH adalah gangguan berkemih seperti:
● Urine tidak lancar keluar dan sulit keluar di awal
● Perlunya mengejan agar urine keluar
● Aliran urine tidak lancar atau tersendat-sendat
● Rasa tidak tuntas ketika berkemih
● Sering buang air kecil di malam hari
● Inkontinensia urine
Pada kasus-kasus tertentu, pasien juga melaporkan ketidakmampuan untuk mengeluarkan urine atau retensi urine.

Namun, ada pula pasien BPH yang tidak melaporkan keluhan berkemih, baik urine tersendat ataupun frekuensi buang air kecil yang meningkat.

Penyebab BPH

Setelah mengetahui apa itu BPH, mungkin Anda bertanya-tanya tentang apa penyebab dari pembesaran prostat jinak ini. Belum diketahui secara pasti apa penyebab terjadinya BPH. Akan tetapi, faktor usia dan kondisi hormonal dinilai mempengaruhi terjadinya BPH pada seorang pria.

Beberapa faktor risiko yang bisa meningkatkan kemungkinan terkena masalah pembesaran prostat jinak ini, antara lain:
● Memiliki usia lebih dari 60 tahun
● Jarang olahraga
● Obesitas
● Punya penyakit jantung atau diabetes
● Mengonsumsi rutin obat hipertensi golongan penghambat beta
● Riwayat keluarga terkena BPH

Ilustrasi Penanganan BPH
Ilustrasi Penanganan BPH (Istimewa)

Penanganan BPH

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved