Banjir

Tanggul Air Laut Semarang Jebol, Akademisi Unissula Sentil Perawatan: jangan salahkan alam saja

Tanggul penahan air laut jebol di belakang Kawasan Industri Lamicitra Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Iwan Arifianto
Aktivitas Kawasan Industri Lamicitra Pelabuhan Tanjung Emas Semarang lumpuh akibat tanggul penahan air laut di sekitar kawasan itu jebol di Kota Semarang, Senin (23/5/2022). 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG -  Tanggul penahan air laut jebol di belakang Kawasan Industri Lamicitra Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Akibatnya kawasan industri tersebut dan area sekitarnya terendam air rob. 

Aktivitas pabrik dan pekerjaan lainnya di lokasi tersebut lumpuh, Senin (23/5/2022) sekira pukul 14.00 WIB.

Baca juga: Tanggul Laut Kawasan Tanjung Emas Semarang Jebol, Sebabkan Banjir Setinggi Pinggang Orang Dewasa

tanggul pelabuhan tanjung emas semarang jebol 23 mei 2022
Aktivitas Kawasan Industri Lamicitra Pelabuhan Tanjung Emas Semarang lumpuh akibat tanggul penahan air laut di sekitar kawasan itu jebol di Kota Semarang, Senin (23/5/2022).

Menurut Pakar Lingkungan dan Tata Kota Unissula Semarang, Mila Karmila menyebut, tanggul jebol diduga kuat adanya perpaduan antara gelombang tinggi dan kuatnya gelombang.

Dimungkinkan juga adanya perpaduan gelombang arus yang datang  dari arah Kendal dan Demak.

"Penyebab itu belum pasti hanya saja melihat kondisi sekarang kemungkinan karena gelombang pasang yang cukup kuat yang menyebabkan tanggul jebol," katanya kepada Tribunjateng.com.

Ia mengatakan, permasalahanya saat ini apakah kondisi tanggul tersebut tidak diperkirakan pihak terkait.

Semisal tanggul itu dianggap sebagai bangunan penahan gelombang pasang sejauh mana perawatannya.

Seharusnya ada perawatan secara terus menerus kemudian harus diperiksa kapan harus perbaiki.

Jangan sampai sudah ada kejadian seperti ini baru menyalahkan alam saja.

"Artinya fungsi-fungsi operasional manajemen pengelolaan tanggul berjalan supaya kejadian seperti tanggul jebol tak perlu terjadi," ungkapnya.

Ia menyebut, Kota Semarang sudah mendeklarasikan kotanya sudah tidak ada banjir karena ada pompa air.

Namun ancaman rob juga masih menghantui kota ini.

Apalagi posisi tanah pesisir Semarang terutama di kawasan Pelabuhan dan wilayah Utara sudah lebih rendah daripada laut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved