Berita Purbalingga

Kasus Penipuan Berkedok Modal Investasi Perusahaan di Purbalingga, Korban Rugi Hingga Rp 180 Juta

Tersangka yang diamankan berinisial STM (25) pekerjaan wiraswasta warga Kelurahan Selapajang Jaya, Kecamatan Neglasari, Kota Tanggerang

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muslimah
Humas Polres Purbalingga
Tersangka STM (25) pekerjaan wiraswasta warga Kelurahan Selapajang Jaya, Kecamatan Neglasari, Kota Tanggerang saat diamankan polisi Polres Purbalingga, atas kasus penipuan dan atau penggelapan dengan kerugian korban mencapai Rp. 180 juta, Rabu (25/5/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Purbalingga berhasil mengungkap kasus penipuan dan atau penggelapan dengan kerugian korban mencapai Rp. 180 juta.

Tersangka yang diamankan berinisial STM (25) pekerjaan wiraswasta warga Kelurahan Selapajang Jaya, Kecamatan Neglasari, Kota Tanggerang.

Kasat Reskrim Polres Purbalingga, AKP Gurbacov mengatakan kasus penipuan dan atau penggelapan terjadi di wilayah Kecamatan Mrebet, Kabupaten PurbaIingga dengan korban bernama Bening Septaria (28).

Baca juga: Pelajar SMA Mesum di Tempat Wisata Tegal Gegerkan Warga, Kepala Disdikbud Kota Tegal Kaget

Baca juga: Kasus Sejoli Dibuang ke Serayu, Kuasa Hukum Kolonel Priyanto Pertanyakan Pasir Halus di Tenggorokan

"Modusnya, tersangka dengan bujuk rayu dan tipu muslihat mengajak korban menginvestasikan uangnya sebagai modal di perusahaan yang bergerak di bidang sekolah penerbangan. 

Dengan janji bagi hasil sebesar 35 persen dari modal yang diinvestasikan," ujar Kasat Reskrim, Rabu (25/5/2022).

Peristiwa penipuan terjadi sejak Februari 2020 yaitu saat korban melakukan transfer sejumlah uang kepada tersangka sebanyak empat kali sebagai pinjaman modal usaha dengan sistem bagi hasil.

Nominalnya mulai dari Rp. 100 juta, kemudian Rp. 50 juta, Rp. 20 juta dan terakhir Rp. 10 juta.

Total uang yang sudah ditransfer korban kepada tersangka sebanyak Rp. 180 juta.

"Setelah menyerahkan uang sebagai pinjaman modal usaha, korban tidak kunjung menerima hasil sesuai yang dijanjikan. 

Akhirnya pada Desember 2021 korban yang merasa ditipu kemudian melaporkan kejadian ke Polres Purbalingga," ungkapnya. 

Dari laporan korban kemudian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan saksi-saksi. 

Selanjutnya dilakukan upaya pemanggilan terhadap tersangka untuk dimintai keterangan.

Namun pemanggilan yang dilakukan sebanyak dua kali tidak dihadiri tersangka. 

Sehingga kemudian dilakukan upaya pencarian keberadaan tersangka.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved