Viral

Disdik Semarang Ogah Komentari 3 Siswa SMP Bully Adik Kelas, Fokus Penyembuhan Trauma Korban

Saat disingung terkait sanksi bagi pelaku pengeroyokan Gunawan enggan memberikan komentar. 

istimewa
Aksi pengeroyokan yang dilakukan tiga orang siswi SMP terhadap seorang siswi sesama pelajar SMP diduga di Alon-alon Semarang, Kauman, Semarang Tengah, Kota Semarang, Selasa (24/5/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang fokus melakukan penanganan psikologi pasca kejadian pengeroyokan yang dilakukan siswi SMP kepada korban yang merupakan adik kelas pelaku. 

Kepala Disdik Kota Semarang, Gunawan Saptogiri mengatakan, Disdik harus menjamin dan melindungi hak pendidikan setiap anak. Maka, pihaknya berupaya untuk melakukan penanganan psikologis baik terhadap korban maupun pelaku. 

"Pada prinsipnya, kami harus menjamin dan melindungi hak pendidikan untuk korban maupun pelaku. Konsentrasi kami menumbuhkan psikologis anak baik korban dan pelaku," terang Gunawan, Kamis (26/5/2022). 

Baca juga: LBH Apik Semarang Komentari Kasus 3 Siswi SMP Semarang Bully Adik Kelas Sampai Trauma

Saat disingung terkait sanksi bagi pelaku pengeroyokan dan saran dari Wali Kota Semarang untuk mengeluarkan pelaku dari sekolah, Gunawan enggan memberikan komentar. 

"Saya tidak usah komentar. Nanti ini komentar ini, ini komentar ini. Nanti kasihan anaknya," ucapnya. 

Sebelumnya, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengaku prihatin mendengar kabar adanya pengeroyokan yang dilakukan siswi SMP. 

Menurutnya, pendidikan karakter sebenarnya sudah diberikan diseluruh sekolah yang ada di Kota Semarang. Dia pun menyayangkan terjadinya kasus pengeroyokan antar sesama teman sekolah. Maka, pelaku perlu dibina lebih baik dan diberi sanksi tegas. 

"Kalau ada yang seperti itu, ini oknum. Ini harus kita bina lebih baik lagi. Oknum harus diberi sanksi yang tegas. Pak Kadisdik dan Kapolrestabes saya dukung. Kadisdik, sudahlah Pak dikeluarin saja dari sekolahnya. Suruh pindah ke sekelah lain yang membuat mereka jera," pinta Hendi, sapaan akrabnya, Rabu (25/5/2022).  

Dia juga mendukung Kapolrestabes dan jajaran kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini agar memberikan jera tidak hanya pelaku namun juga menjadi pembelajaran bagi generasi muda lainnya. 

"Saya dukung Kapolrestabes dan jajaran kepolisian. Kalau masuk unsur pidana monggo. Bagaimana lagi, kami sudah sering memberi tahu tapi ada kejadian seperti itu," sambungnya. 

Menurutnya, perundungan dan pengeroyokan menjadi perilaku yang sangat keliru dalam proses pembelajaran. Apalagi, seluruh sekolah negeri dan beberapa sekolah swasta di Semarang sudah mendeklarasikan sekolah ramah anak. Seharusnya, sekolah menjadi rumah kedua yang nyaman bagi siswa. (eyf)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved